Mulai 2 Maret 2026, Surabaya Kunci Stabilitas Harga di Pertengahan Ramadan Lewat 93 Titik Pasar Murah

Surabaya, HeadlineJatim.com – Pemerintah Kota Surabaya memilih momentum pertengahan Ramadan untuk memperkuat pengendalian harga bahan pokok. Mulai 2 Maret 2026 atau bertepatan dengan hari ke-12 Ramadan 1447 H, pasar murah digelar serentak di 31 kecamatan dengan total 93 titik pelaksanaan.

Langkah ini dinilai strategis karena berada di fase ketika konsumsi rumah tangga mulai meningkat, namun masih cukup waktu untuk mengendalikan potensi lonjakan harga menjelang dua pekan terakhir Ramadan.

Read More

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Mia Santi Dewi, menyampaikan pasar murah akan digelar dalam dua tahap, yakni 2 Maret 2026 pukul 07.30 WIB di 31 lokasi dan 5 Maret 2026 pukul 08.00 WIB di 62 lokasi.

“Pelaksanaannya kami sesuaikan menjadi tanggal 2 dan 5 Maret dan digelar serentak di seluruh kecamatan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Komoditas yang dijual difokuskan pada bahan pokok strategis yang kerap menjadi pemicu inflasi musiman, yakni beras, gula, minyak goreng, telur, cabai merah, daging sapi, daging ayam, bawang merah, dan bawang putih. Seluruhnya dilepas dengan harga di bawah pasar.

Saat ini, permintaan masih didominasi beras, minyak goreng, dan gula. Telur mulai meningkat karena kebutuhan pembuatan kue dan hidangan berbuka. Sementara lonjakan daging dan cabai umumnya terjadi sekitar 10 hari hingga dua minggu menjelang Lebaran.

“Yang paling banyak dibeli tetap beras, minyak, dan gula. Telur juga sudah mulai banyak dicari karena kebutuhan Ramadan,” jelas Mia.

Dengan digelarnya pasar murah di hari ke-12 Ramadan, Pemkot berupaya melakukan intervensi lebih awal sebelum memasuki fase belanja puncak menjelang Idulfitri.

Harga Awal Tahun Stabil, Pengawasan Harian Diperketat

Berdasarkan koordinasi data bersama Badan Pusat Statistik, harga kebutuhan pokok di Surabaya sepanjang Januari hingga Februari relatif stabil. Meski demikian, faktor cuaca di daerah sentra produksi tetap menjadi variabel yang diawasi, terutama untuk komoditas hortikultura seperti cabai.

Untuk menjaga stabilitas selama Ramadan, Dinkopumdag melakukan pemantauan harian di pasar-pasar pantauan. Jika ditemukan kenaikan signifikan, koordinasi cepat dilakukan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk menelusuri penyebab dan memastikan distribusi tetap lancar.

Amankan Pasokan Lewat Kerja Sama Antar Daerah

Selain menjaga harga, Pemkot Surabaya juga memperkuat sisi suplai melalui kerja sama langsung dengan sejumlah daerah penghasil bahan pangan. Komoditas pertanian seperti sayur, buah, dan beras didistribusikan berdasarkan nota kesepahaman guna memastikan stok tetap aman hingga Idulfitri.

Mia menegaskan, pasar murah bukan hanya soal harga lebih terjangkau, tetapi juga menjaga keseimbangan pasar agar tidak terjadi kepanikan belanja.

“Harapannya harga tetap stabil dan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang selama Ramadan,” pungkasnya.

 

📌 Fakta Penting Pasar Murah Surabaya 2026

Dimulai 2 Maret 2026 (hari ke-12 Ramadan)

Total 93 titik di 31 kecamatan

Tahap I: 31 lokasi

Tahap II: 62 lokasi

Harga di bawah pasar untuk komoditas pemicu inflasi

Dengan intervensi di pertengahan Ramadan, Surabaya mencoba mengunci stabilitas harga lebih awal, sebelum tekanan konsumsi dua pekan terakhir menjelang Lebaran benar-benar memuncak.

Related posts