Mudik Lebaran 2026 DLU Turunkan 49 Armada, Diskon 10% dan Jurus Khusus Pecah Kepadatan H-7

Ilustrasi oleh tim grafis 

Surabaya, HeadlineJatim.com – Tradisi mudik Lebaran 2026 diprediksi kembali memicu lonjakan besar di jalur laut dan penyeberangan. Mengantisipasi gelombang pemudik yang biasa memuncak di H-7 hingga H-5, PT Dharma Lautan Utama (DLU) menyiapkan strategi lebih agresif: 49 kapal dikerahkan, jadwal dibuka lebih awal, hingga diskon tiket 10 persen untuk mendorong mudik lebih cepat.

Read More

Direktur Operasional DLU, Rahmatika Ardianto, memastikan seluruh persiapan dilakukan jauh hari sebelum Ramadan.

“Kami sudah mulai rapat koordinasi sejak 3 Desember 2025. Kami sengaja mempersiapkan lebih awal agar semua aspek, mulai dari SDM, armada, hingga pelayanan, benar-benar matang saat puncak arus mudik,” ujarnya.

Direktur Operasional DLU, Rahmatika Ardianto.

49 Kapal Siaga, Dari Angkutan Laut hingga Perintis

Tahun ini, DLU menurunkan total 49 armada yang terdiri dari:

  • 23 kapal angkutan laut
  • 23 kapal angkutan penyeberangan
  • 3 kapal perintis

Komposisi tersebut dirancang untuk menopang lonjakan penumpang sekaligus kendaraan pribadi maupun logistik.

Dua lintasan yang diprediksi kembali menjadi titik terpadat nasional adalah jalur Pelabuhan Merak Pelabuhan Bakauheni serta Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk.

Untuk dua lintasan ini, DLU intens berkoordinasi dengan pemerintah, termasuk penerapan kebijakan pengalihan kendaraan barang ke pelabuhan penunjang guna mengurangi kepadatan ekstrem di pelabuhan utama.

Promo Diskon 10%, Strategi Pecah Arus

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, DLU menerapkan pendekatan taktis untuk memecah penumpukan arus mudik.

Selama periode H-30 hingga H-20 (10 hari pertama Ramadan), DLU memberikan diskon tiket 10 persen bagi penumpang.

“Ini bukan sekadar promo. Tujuannya meratakan demand. Selama ini lonjakan selalu terjadi di H-7 sampai H-5. Dengan diskon, kami berharap masyarakat bisa mudik lebih awal dan arus jadi lebih terkendali,” jelas Rahmatika.

Langkah ini diperkuat dengan pembukaan jadwal sejak awal Januari 2026. Artinya, masyarakat sudah bisa merencanakan perjalanan hingga periode H+ Lebaran tanpa harus menunggu mendekati hari keberangkatan.

Waspada Penipuan Tiket Online

Di tengah tingginya minat mudik, DLU juga mengingatkan bahaya akun palsu yang mengatasnamakan perusahaan di media sosial.

Rahmatika menegaskan bahwa pembelian tiket hanya melalui:

  1. Kantor cabang resmi DLU
  2. Agen resmi yang ditunjuk
  3. Aplikasi resmi DLU

“Kami tidak menjual tiket melalui TikTok, Instagram, atau akun media sosial lainnya. Banyak laporan masyarakat tertipu karena membeli lewat akun tidak resmi,” tegasnya.

DLU meminta masyarakat lebih teliti dan memastikan transaksi dilakukan di kanal resmi demi menghindari kerugian.

Kendaraan Pribadi Wajib Datang 6 Jam Lebih Awal

Bagi pemudik yang membawa kendaraan pribadi, kedisiplinan waktu menjadi kunci.

DLU mewajibkan kendaraan kecil datang minimal enam jam sebelum jadwal keberangkatan. Sebab, kendaraan pribadi ditempatkan di dek khusus. Jika dek sudah ditutup dan diisi kendaraan besar seperti truk, maka tidak ada lagi ruang tambahan.

“Sering terjadi keluhan karena datang terlambat. Padahal aturan sudah jelas. Ini demi keselamatan dan kelancaran bersama,” kata Rahmatika.

Dengan 49 kapal siap beroperasi, diskon tiket untuk mudik lebih awal, serta pengaturan ketat di lintasan padat nasional, DLU optimistis angkutan Lebaran 2026 bisa berjalan lebih tertib dibanding tahun sebelumnya.

Pesannya sederhana: beli tiket di kanal resmi, datang lebih awal ke pelabuhan, dan manfaatkan periode diskon.

Karena pada akhirnya, mudik yang nyaman bukan hanya soal sampai di kampung halaman, tetapi juga tentang perjalanan yang aman, tertib, dan terencana.

Related posts