GRESIK, HeadlineJatim.com — Fenomena judi online kini telah bertransformasi menjadi ancaman sistemik yang menjalar hingga ke akar rumput. Apa yang sering kali dimulai sebagai pelarian atau sekadar keisengan, kini terbukti mampu menghancurkan fondasi ekonomi dan kesehatan mental penggunanya secara perlahan.
Anggota DPD RI, Lia Istifhama, memberikan peringatan keras terkait pola jebakan yang digunakan oleh platform judi daring tersebut. Menurutnya, banyak masyarakat yang terjebak karena terbuai oleh janji keuntungan instan yang dirancang secara psikologis untuk menciptakan ketergantungan.
“Awalnya terlihat seperti hiburan ringan yang menghasilkan. Tapi perlahan, justru mengikat dan sulit dilepaskan,” ungkap Lia saat dihubungi, Minggu (26/4).
Lia memaparkan bahwa platform judi online tidak bekerja secara kebetulan. Mereka menggunakan algoritma yang dirancang untuk memberikan sensasi kemenangan di awal. Rasa percaya diri berlebihan yang muncul dari kemenangan kecil inilah yang kemudian menjadi pintu masuk menuju siklus kecanduan yang lebih dalam.
“Ini bukan sekadar permainan, tapi jebakan psikologis. Dampaknya nyata dan merusak, mulai dari kehancuran ekonomi keluarga hingga tekanan mental yang berat seperti stres dan depresi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Lia menyoroti bahwa kemudahan akses melalui ponsel pintar menjadikan judi online sebagai ancaman yang omnipresent atau ada di mana-mana. Tanpa kontrol diri dan pengawasan yang ketat, siapa pun—terutama generasi muda—sangat rentan terpapar.
Menghadapi situasi ini, Lia menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk memutus rantai penyebaran judi online. Ia menawarkan beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan oleh masyarakat:
Realisme Finansial, Memahami secara mendalam bahwa tidak ada keuntungan instan tanpa risiko besar. Edukasi harus menjadi tameng utama.
Manajemen Penggunaan Digital: Mengatur waktu penggunaan perangkat dan bersikap kritis terhadap konten-konten yang berisiko.
Pengalihan Aktivitas: Mengarahkan energi pada kegiatan yang produktif dan bernilai positif untuk menjauhkan diri dari godaan platform ilegal.
Hentikan Sebelum Terlambat
Sebagai penutup, Lia Istifhama menegaskan bahwa judi online bukanlah solusi atas masalah finansial, melainkan jalan pintas menuju kemelaratan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga dan tidak membiarkan masa depan generasi bangsa hilang karena terbuai oleh ilusi kemenangan.
“Jangan mudah tergiur janji cepat. Kendalikan penggunaan digital dan pilih aktivitas yang memberi nilai positif. Hentikan ini sebelum terlambat,” tutupnya.






