SURABAYA, HeadlineJatim.com — Mengadopsi semangat emansipasi Hari Kartini, ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya sukses menggelar Balloon Bouquet Workshop pada Minggu (26/4/2026). Bertempat di One Deck Gastropub, kegiatan hasil kolaborasi dengan Balonnina Surabaya ini diikuti oleh 15 peserta perempuan yang antusias mengasah keterampilan tangan mereka.
Workshop ini fokus pada pembuatan buket bunga daisy yang estetis menggunakan media balon. Melalui kegiatan ini, para “Kartini Masa Kini” diajak untuk berani mengeksplorasi kreativitas, belajar keterampilan baru, dan mengekspresikan diri melalui karya seni yang unik.
Meski sekilas tampak mudah, merangkai balon ternyata menuntut ketelitian dan perhitungan yang matang. Setiap putaran balon harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak meletus. Tak jarang, suara letusan balon memecah keheningan yang kemudian justru memicu gelak tawa dan suasana akrab di antara para peserta.
Nabila Nur Rosyada, salah satu peserta asal Malang, mengaku mendapatkan teknik baru yang selama ini sulit ia pelajari secara otodidak. “Ternyata seru sekali, saya jadi tahu trik-trik khusus agar balon tidak mudah pecah saat dibentuk,” ungkapnya.
Antusiasme serupa ditunjukkan oleh Tini Sugi Hartini (52). Baginya, usia bukan halangan untuk tetap produktif. Ia memandang keahlian merangkai buket balon ini sebagai bekal berharga di masa depan.
“Ini bisa jadi cara mengisi waktu luang yang bermanfaat, bahkan bisa menjadi ide usaha saat masa pensiun nanti agar tetap bisa berkarya dan berdaya,” tutur Tini.
General Manager ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya, Teddy Patrick, S.E., M.Par., CHA., mengapresiasi semangat para peserta. Menurutnya, memperingati Hari Kartini paling tepat dilakukan dengan kegiatan yang mendorong perempuan untuk terus belajar tanpa batas.
“Kami berharap workshop ini memberikan pengalaman bermakna sekaligus menginspirasi perempuan Surabaya untuk terus berkembang dan mandiri di berbagai fase kehidupan,” ujar Teddy.
Melalui kolaborasi kreatif ini, ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, melalui wadah edukasi yang menyenangkan dan berpotensi ekonomi.






