Berkunjung Ke Kadin Jatim, Kolaka Utara Fokus Tarik Investasi Agribisnis

SURABAYA, headlinejatim.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terus mendorong pengembangan investasi melalui penguatan sektor hilirisasi agribisnis. Hal itu disampaikan Konsultan Ekonomi dan Investasi Kabupaten Kolaka Utara dari Tenggara Strategics, Amran Silalahi, saat berkunjung ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Surabaya, Jumat (8/5/2026) petang, dan berdiskusi tentang rencana legiatan Forum investasi, perdagangan, dan industri Kolaka Utara yang akan digelar pada senin (11/5/2026) mendatang di Surabaya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum Bidang Kerja Sama Antarprovinsi Kadin Jawa Timur, Diar Kusuma Putra, Wakil Ketua Umum Bifang Minyak dan Gas, Tri Prakoso, Direktur Eksekutif Kadin Jatim Heru Promono dan sejumlah pelaku usaha Jawa Timur.

Read More

Amran Silalahi mengatakan, pemerintah daerah Kolaka Utara ingin menjadikan kunjungan ini sebagai sarana belajar sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Kadin Jawa Timur yang dinilai memiliki pengalaman besar sebagai pusat perdagangan nasional, khususnya untuk kawasan Indonesia Timur.

Menurutnya, dari diskusi bersama Kadin Jawa Timur, banyak hal yang dipelajari terutama terkait pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan dunia industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dari diskusi tadi, kita banyak belajar dari teman-teman Kadin. Ternyata potensi dan kolaborasi itu memang perlu banyak didorong dan didukung oleh Kadin, baik pemerintah daerah di Kolaka Utara maupun pelaku usaha,” katanya.

Amran menjelaskan, salah satu sektor yang akan ditawarkan kepada investor adalah hilirisasi agribisnis. Selama ini, potensi komoditas unggulan Kolaka Utara seperti kakao, kelapa, cengkeh, gula aren hingga kemiri masih dijual dalam bentuk mentah tanpa pengolahan lanjutan.

“Potensi pertanian dan perkebunan Kolaka Utara sangat besar, terutama kakao, kelapa, ada cengkeh, ada gula aren, ada kemiri, macam-macam lah. Selama ini baru komoditas mentahnya yang langsung dibawa keluar, di Makassar maupun ke Surabaya. Dengan rencana hilirisasi ini, kami ingin mendapatkan nilai lebih lah, baik untuk masyarakat maupun pemerintah daerah,” jelasnya.

Dari sisi produksi, Amran menyebut komoditas kelapa dan kakao menjadi sektor unggulan Kolaka Utara. Untuk kelapa, sebagian besar masih diolah sederhana menjadi kopra sebelum dipasarkan keluar daerah. “Kalau produksinya sekitar 4.500 ton per tahun. Kalau untuk kakao atau coklat itu sekitar 8.000 ton per tahunnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Amran mengatakan forum investasi pada 11 Mei mendatang tidak hanya menghadirkan pelaku usaha dalam negeri, tetapi juga perwakilan konsulat jenderal dari 11 negara, termasuk untuk penjajakan investasi dengan sejumlah negara, diantaranya Korea Selatan dan China. “Nah ini tanggal 11 besok itu akan menjadi salah satu LOI yang akan kita lakukan dengan Korea dan Cina,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas hingga berorientasi ekspor. Karrna persoalan SDM masih menjadi tantangan utama di banyak daerah Indonesia Timur. “Mengenai upscaling bagaimana nanti pelaku usaha lokal itu mempunyai kemampuan berusaha, bahkan bisa mempunyai kemampuan untuk melakukan ekspor,” katanya.

“Penyiapan SDM itu menjadi problem teman-teman atau daerah-daerah di Indonesia Timur lah, sehingga kehadiran kita di Kadin Jawa Timur itu sangat bermanfaat bagi daerah,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Kolaka Utara, Andi Khaerul Rijal, mengatakan Forum Investasi tersebut menjadi momentum penting. “Dari sisi pemerintahan kabupaten itu sangat penting. Karena ini adalah kegiatan yang pertama kali kita melakukan di luar Sulawesi Tenggara. Dan mungkin pertama kali yang dilakukan oleh Sulawesi Tenggara, oleh kabupaten,” ujar Andi Khaerul Rijal.

Menurutnya, forum tersebut menjadi pintu masuk strategis untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menarik investasi ke Kolaka Utara. “Karena di sinilah awalnya gerbang dari menarik investasi baik asing dan negeri,” katanya.

Ia mengungkapkan, sejauh ini investasi yang sudah masuk ke Kolaka Utara masih didominasi sektor pertambangan, sementara sektor agribisnis belum banyak tersentuh investor. Karena itu, pada forum investasi kali ini pemerintah daerah memfokuskan promosi pada sektor agribisnis, khususnya komoditas kelapa dan kakao yang menjadi unggulan daerah. “Agri, khususnya di kelapa dan coklat,” katanya.

Terkait kesiapan daerah dalam mendukung investasi, Andi memastikan pemerintah daerah akan memberikan kemudahan penuh bagi investor, mulai dari perizinan hingga pendampingan ke pemerintah pusat. “Intinya kabupaten akan memberikan karpet merah bagi investor yang akan investasikan di Kolaka Utara. Bukan di level kabupaten saja, akan didampingi sampai di pusat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan dukungan infrastruktur penunjang investasi, termasuk koordinasi dengan PLN terkait kebutuhan listrik industri.

“Kalau infrastruktur baik sumber daya manusia dan sumber daya yang lain seperti PLN dan air dan lain-lain itu kami sudah koordinasi dengan PLN,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andi berharap forum investasi tersebut dapat mendorong lahirnya industri hilirisasi di Kolaka Utara agar komoditas lokal tidak lagi dijual mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah.

“Sebenarnya dari kegiatan ini, harapan saya sebagai Kadis Perindustrian itu ada hilirisasi dalam artian pabrikasi di sana. Biar kenapa? Biar ekonomi kami bisa meningkat sedikit dan kemudian sumber daya manusia kami upgrade lagi,” katanya.

Pemerintah daerah juga mulai menyiapkan konsep pengembangan industri kelapa terintegrasi bersama sejumlah kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Nantinya, seluruh bagian kelapa direncanakan dapat diolah di Kolaka Utara. “Rencananya kami di Kabupaten Kolaka Utara akan membangun kawasan industri hilirisasi kelapa yang terintegrasi, di mana ada briket-nya beserta cocopeat, pengoalahan daging kelapa, isi semua berada di Kolaka Utara,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui pengolahan kelapa di Kolaka Utara saat ini masih dilakukan secara terbatas oleh masyarakat desa dan menghadapi kendala pemasaran. “Sudah ada pengolahan, cuma teman-teman yang mengolah sekarang itu teman-teman desa. Tapi masalahnya mereka tidak dapat akses untuk penjualan. Dengan inilah kami ada, pemerintah hadir dalam hal ini,” pungkasnya.

Diar Kusuma Putra, menyambut baik atas kunjungan ini. Ia menegaskan, Kadin Jatim terus memperkuat kolaborasi antarprovinsi guna mendorong investasi dan perdagangan daerah. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kunjungan ke berbagai provinsi selama lima tahun terakhir, termasuk ke Sulawesi Tenggara, dengan mengusung konsep misi dagang.

“Karena pembangunan ekonomi daerah tidak dapat dijalankan pemerintah secara sendiri tanpa dukungan dunia usaha dan pendampingan dari berbagai pihak.

“Kadin dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah lima tahun melakukan kunjungan antarprovinsi, termasuk dengan Sulawesi Tenggara dalam konsep misi dagang,” ujarnya.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dalam membuka komunikasi investasi sudah tepat, karena pemerintah memang perlu hadir sebagai fasilitator bagi pelaku usaha dan investor. “Memang pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, harus ada pendamping seperti yang dilakukan Kolaka Utara,” katanya.

Ia menjelaskan, dunia bisnis memiliki tantangan yang besar dengan target yang berbeda-beda sehingga membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah, khususnya dalam hal kemudahan regulasi dan perizinan investasi.

Sementara itu, Tri Pras menekankan pentingnya kesiapan data pendukung saat pemerintah daerah menawarkan peluang investasi kepada calon investor. Menurutnya, investor membutuhkan gambaran rinci mengenai kondisi riil daerah sebelum memutuskan menanamkan modal.

“Berharap saat menawarkan investasi, ada data detail tentang jalur distribusi, infrastruktur logistik, kondisi riil di sana, tenaga kerja dan fasilitas yang akan diberikan,” pungkasnya./adv

Related posts