Bupati Lumajang Indah Amperawati saat menghadri RUPS Bank Jatim Surabaya.(Istimewa)
SURABAYA, HeadlineJatim.com — Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memberikan apresiasi tinggi atas capaian impresif PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) pada awal tahun ini. Secara konsolidasi, Bank Jatim berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp661 miliar pada kuartal I-2026, melonjak tajam 90,41 persen secara tahunan (year-on-year).
Lonjakan tersebut sangat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp347 miliar. Hal ini mengemuka dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan yang digelar di Kantor Pusat Bank Jatim, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya.
Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah ini menilai, performa solid Bank Jatim di tengah tantangan ekonomi global menunjukkan fungsi intermediasi perbankan yang berjalan sangat efektif.
“Kinerja ini menjadi indikator bahwa fungsi intermediasi berjalan dengan baik. Penghimpunan dana masyarakat mampu disalurkan kembali ke sektor produktif, sehingga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung,” ujar Bunda Indah, Rabu (6/5/2026).
Kinerja Solid dan Total Aset Meningkat
Berdasarkan data laporan keuangan, Bank Jatim mencatatkan laba bersih bank only sebesar Rp1,546 triliun, angka tertinggi di antara Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia. Selain itu, total aset perusahaan kini mencapai Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen secara tahunan.
Peningkatan ini juga dibarengi dengan pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), yang mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap bank milik pemerintah daerah tersebut.
Dorong Kredit UMKM dan Transformasi Digital
Bunda Indah menekankan bahwa penguatan kinerja keuangan ini harus diikuti dengan perluasan akses pembiayaan yang lebih merata, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.
“Akses pembiayaan harus terus didorong agar semakin menjangkau pelaku usaha di tingkat lokal. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi Jawa Timur berlangsung lebih inklusif dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Terkait transformasi digital, Bupati Lumajang memandang langkah tersebut sebagai kunci efisiensi layanan. Digitalisasi perbankan memungkinkan proses transaksi menjadi lebih cepat, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan nasabah di era modern.
Sinergi untuk Stabilitas Ekonomi Daerah
Bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang, keberlanjutan performa positif Bank Jatim memiliki keterkaitan erat dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah. Bunda Indah berharap sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan terus diperkuat untuk mendukung sektor-sektor prioritas.
“Dengan kolaborasi yang terarah, peran Bank Jatim diharapkan tidak hanya menjaga angka di laporan keuangan, tetapi memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas di Jawa Timur,” pungkasnya.






