Bukan Geng Kriminal, Yakuza Maneges Jember Siapkan Deklarasi Fokus Dakwah Rangkul “Jalur Kiri”

JEMBER, HeadlineJatim.com – Sebuah gerakan sosial berbasis dakwah kultural mulai diperkuat di Kabupaten Jember melalui pertemuan anggota Yakuza Maneges Jember di Wafa 17 Resto and Coffee, Minggu (19/4/2026). Pertemuan ini merupakan langkah awal menuju deklarasi resmi organisasi yang dijadwalkan pada Juli 2026 mendatang.

Berbeda dengan istilah organisasi kriminal di Jepang, Yakuza dalam konteks ini merupakan akronim dari “Yang Awalnya Kotor Ujungnya Zuhud Abadi”. Organisasi non-partisan yang digagas oleh Gus Thuba Topo Broto Maneges ini berfokus pada pembinaan masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan humanis.

Read More

Ketua Yakuza Maneges Jember, Eko Mulyadi, menegaskan bahwa visi utama organisasi adalah merangkul individu yang sebelumnya berada di “jalur kiri” untuk bertransformasi menuju kehidupan yang lebih religius.

“Yakuza di sini adalah simbol perubahan. Kami merangkul orang-orang yang mungkin sebelumnya jauh dari nilai kebaikan, untuk diarahkan memiliki visi yang sama dalam amar ma’ruf nahi munkar,” ujar Eko Mulyadi saat dikonfirmasi usai kegiatan.

Eko menambahkan, Yakuza Maneges mengedepankan karakter kesatria, intelektual, dan pergerakan senyap namun bertanggung jawab. Organisasi ini memposisikan diri sebagai penjaga kaum lemah dan pembela kebenaran secara sukarela demi kemaslahatan umat.

“Prinsip kami adalah membela orang benar dan membenah orang salah secara lillahita’ala. Kami ingin menjadi wadah bagi mereka yang ingin hijrah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Secara struktural, Yakuza Maneges berpusat di Kediri dan merupakan bagian dari dakwah yang diteruskan oleh Gus Thuba, cucu dari ulama kharismatik KH Hamim Thohari Djazuli (Gus Miek). Di Jember sendiri, saat ini tercatat sekitar 61 anggota yang telah melalui proses seleksi ketat.

Ke depan, Yakuza Maneges Jember berencana menjalin sinergi kolaboratif dengan berbagai elemen mulai dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri, hingga Kejaksaan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondusivitas sosial serta memperkuat peran organisasi dalam penegakan keadilan.

Abdul Kashim, salah satu anggota, mengaku tertarik bergabung karena visi organisasi yang tidak menghakimi masa lalu seseorang. “Yakuza memberikan ruang bagi perubahan positif. Ini adalah wadah untuk mengarahkan jalur kiri menuju jalur kanan yang lebih taat,” ungkapnya.

Deklarasi resmi pada pertengahan tahun 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan eksistensi organisasi ini sebagai gerakan sosial yang berdampak luas bagi akhlak dan keadilan di Kabupaten Jember.

Related posts