GRESIK, HeadlineJatim.com – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-32 tingkat Kabupaten Gresik resmi dibuka, Jumat (17/4/2026). Perhelatan akbar yang dipusatkan di Islamic Center Balongpanggang ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan para kafilah, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam mempromosikan wisata edukasi digital kebanggaan Gresik.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan pawai taaruf yang diikuti 545 kafilah dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Gresik. Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan band gambus, qosidah, hingga tarian sufi yang menghibur masyarakat sekitar.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi di kawasan Islamic Center yang terintegrasi dengan Masjid KH. Robbach Ma’sum merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan destinasi wisata edukasi Gresik Universal Science (GUS).
“Tentu kami juga ingin mengenalkan destinasi wisata digital, museum bagi kafilah-kafilah dari masing-masing kecamatan. Jadi nanti para peserta MTQ, ketika selesai lomba, bisa melihat museum secara gratis, Gresik Universal Science,” ujar Bupati Yani dalam sambutannya.
Ajang yang berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 April 2026 ini, menjadi sarana penting bagi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menjaring kafilah unggulan. Pemkab sangat optimistis, ajang ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan delegasi yang akan mewakili Gresik pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2027 mendatang.
Semangat besar ini selaras dengan capaian Gresik yang berhasil menyabet gelar juara umum pada MTQ tingkat Jawa Timur tahun 2025 lalu.
Para peserta pun menunjukkan antusiasme tinggi. Muafak, salah satu kafilah asal Kecamatan Kedamean, mengaku telah melakukan persiapan matang untuk tampil maksimal.
“Saya sudah melakukan persiapan matang jauh-jauh hari. Dengan semangat tinggi, saya menatap ajang MTQ ke-32 ini dengan optimisme penuh, siap tampil maksimal untuk memberikan yang terbaik,” ungkapnya.
Dalam MTQ ke-32 ini, panitia melombakan tujuh cabang utama, di antaranya Tilawah, Hifdzil, Tafsir, Fahmil, Syarhil, Khath Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an. Selain memperebutkan gelar juara, panitia telah menyiapkan penghargaan berupa piala, piagam, dan uang pembinaan bagi para pemenang.
Melalui perhelatan ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk terus melahirkan generasi pecinta Al-Qur’an yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap potensi wisata daerahnya sendiri.






