Ilustrasi oleh tim grafis.
SIDOARJO, HeadlineJatim.com– Kebijakan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat mulai dirasakan dampaknya di tingkat desa. Kepala Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Sholeh Dwi Cahyono, mengungkapkan bahwa pengurangan dana desa tahun ini sangat memengaruhi target pembangunan di wilayahnya.
Menurut Sholeh, Desa Bringinbendo saat ini masih memiliki banyak potensi yang perlu dibenahi, terutama pada sektor infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat.
“Pemangkasan ini sangat berpengaruh bagi pembangunan di Desa Bringinbendo. Masih banyak potensi yang mau dibenahi, termasuk di area persawahan dan pertanian. Banyak yang perlu kita benahi di sana,” ujar Sholeh saat ditemui di sela kegiatannya, Minggu (19/4/2026).
Kuota BLT Menurun Drastis
Selain sektor infrastruktur, dampak yang paling dirasakan langsung oleh warga adalah pengurangan kuota penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Sholeh menjelaskan bahwa terjadi penurunan jumlah penerima yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
“Dampaknya banyak, terutama dari masyarakat yang biasanya mendapat BLT. Dulu jumlahnya ada sekitar 50 orang dengan nilai Rp300 ribu, sekarang dipangkas habis lebih dari separuh. Yang dapat sekarang cuma 15 orang dengan nilai Rp200 ribu,” ungkapnya.
Menjadi ‘Ujung Tombak’ dan ‘Ujung Tombok’
Menanggapi kondisi ini, Sholeh mengakui posisi Kepala Desa sangat krusial sekaligus menantang. Ia mengibaratkan peran Kepala Desa sebagai garda terdepan yang harus menghadapi realita anggaran di lapangan.
“Sebagai Kepala Desa, kita ini menjadi ujung tombak sekaligus ujung tombok dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat di desa,” selorohnya menggambarkan beban tanggung jawab yang dipikul.
Meski berat, pihak Pemerintah Desa Bringinbendo terus berupaya memberikan pemahaman kepada warga melalui berbagai forum rapat koordinasi dan musyawarah desa. Sholeh menegaskan bahwa pihak desa berkomitmen menjalankan program pemerintah pusat sambil tetap mencari solusi terbaik bagi kebutuhan mendesak warga desa.
“Kita sudah sering rapat koordinasi dan musyawarah sama warga. Mau tidak mau ya harus kita jalankan apa yang menjadi program pemerintah pusat. Alhamdulillah, warga sejauh ini memahami keadaan ini,” pungkasnya.






