AI ITS Bisa Deteksi Jalan Rusak Seketika, Apakah Pemerintah Masih Punya Alasan

Promotor Prof Dr Ir Aulia Siti Aisjah MT (tengah) saat bertanya kepada Dr Hani’ah Mahmudah ST MT pada sidang promosi doktor di Departemen Teknik Fisika ITS.

SURABAYA, HeadlineJatim.com – Teknologi untuk mendeteksi jalan rusak secara cepat kini telah tersedia. Inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dari doktor Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Hani’ah Mahmudah ST MT, menunjukkan bahwa proses identifikasi kerusakan jalan dapat dilakukan secara otomatis, akurat, dan hampir real-time.

Read More

Riset ini berangkat dari persoalan klasik di Indonesia, yakni lambatnya penanganan jalan rusak yang dipicu oleh metode pengumpulan data yang masih konvensional. Selama ini, identifikasi kerusakan jalan mengandalkan survei manual yang memakan waktu, biaya besar, serta rentan keterlambatan dalam pengambilan keputusan.

“Optimasi pendeteksi yang digunakan ini berbasis AI untuk mempercepat pengambilan data secara tepat waktu,” ujar perempuan kelahiran Tulungagung, 16 September 1977 tersebut.

Dalam penelitiannya, Hani’ah mengembangkan sistem berbasis Convolutional Neural Network (CNN) yang diimplementasikan pada perangkat edge. Sistem ini memanfaatkan data visual berupa foto atau video yang ditangkap sensor kamera untuk mengidentifikasi kerusakan jalan, seperti lubang, secara otomatis.

Dr Hani’ah Mahmudah ST MT menunjukkan tampilan pengambilan data visual jalan rusak dibantu oleh sensor kamera yang terpasang pada kendaraan untuk selanjutnya diolah dengan edge device berbasis AI.

Data tersebut kemudian diolah menggunakan model iYOLOv7-TPE-SS guna meningkatkan akurasi deteksi objek. Selanjutnya, hasil identifikasi diproses melalui platform komputasi AI NVIDIA AGX Orin, menghasilkan keluaran berupa data kerusakan jalan yang siap ditindaklanjuti untuk proses perbaikan.

Ia mengungkapkan bahwa penelitian ini telah dimulai bahkan sebelum dirinya menempuh program doktoral, kemudian disempurnakan melalui optimasi AI dan peningkatan kemampuan inferensi sistem.

Dengan sistem ini, proses inspeksi jalan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tenaga manusia di lapangan. Data kerusakan dapat diperoleh lebih cepat, objektif, dan berbasis bukti, sehingga mempercepat respons penanganan.

Secara teknis, hambatan pada tahap identifikasi kini dapat ditekan. Hal ini sekaligus menggeser sorotan pada aspek lain, yakni kecepatan respons dan tata kelola dalam menindaklanjuti temuan kerusakan di lapangan.

Selain meningkatkan kecepatan penanganan, teknologi ini juga berpotensi menekan biaya pemeliharaan jalan serta meningkatkan keselamatan pengguna melalui deteksi dini kerusakan.

“Tak hanya itu, inspeksi jalan yang lebih cepat dan objektif dengan AI juga mendukung terciptanya smart city dan Internet of Vehicles (IoV),” jelasnya.

Riset ini disusun di bawah bimbingan Prof Dr Ir Aulia Siti Aisjah MT sebagai promotor, serta Prof Dr Ir Syamsul Arifin MT dari Laboratorium Sistem Tertanam dan Siber-Fisik DTF ITS dan Dr Catur Arif Prastyanto ST MEng dari Departemen Teknik Sipil ITS sebagai co-promotor.

Selama masa studi doktoralnya, Hani’ah mencatatkan capaian akademik yang signifikan dengan menghasilkan sembilan publikasi ilmiah. Tujuh di antaranya terbit di jurnal internasional bereputasi milik Institute of Electrical and Electronics Engineers, dengan fokus pada machine learning dan digital signal processing.

Ke depan, Hani’ah berharap inovasi ini tidak berhenti sebagai riset akademik semata. Ia membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah dan industri untuk mengembangkan serta mengimplementasikan teknologi ini secara luas.

Pengembangan ini juga menjadi bagian dari kontribusi ITS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas, poin ke-9 terkait industri, inovasi, dan infrastruktur, serta poin ke-11 mengenai kota dan permukiman yang berkelanjutan.

Dengan kemampuan deteksi yang kini dapat dilakukan dalam waktu singkat, pertanyaan yang mengemuka bukan lagi soal menemukan jalan rusak, melainkan seberapa cepat penanganan dapat dilakukan.

Related posts