Dijamin Transparan, 400 Siswa Terbaik Nasional Bertarung di Akpol Rebut 180 Kursi SMA KTB

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko

SEMARANG, HeadlineJatim.com – “Seleksi ini bukan sekadar akademik”, Penegasan itu menjadi kunci dari proses penjaringan siswa di SMA Kemala Taruna Bhayangkara tahun ajaran 2026/2027. Sistem yang diklaim transparan, berbasis data, dan mengedepankan meritokrasi kini memasuki tahap paling menentukan, dengan 400 siswa terbaik nasional bertarung di Akademi Kepolisian untuk memperebutkan sekitar 180 kursi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa seluruh peserta yang lolos hingga tahap ini merupakan representasi potensi terbaik bangsa yang telah melewati seleksi objektif berstandar tinggi.

“SPMB SMA KTB bukan sekadar seleksi akademik. Sistem ini transparan, berbasis data, dan mengedepankan meritokrasi. Empat ratus peserta ini adalah representasi potensi terbaik bangsa,” ujarnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas tingginya persaingan dalam proses seleksi. Dari lebih dari 3.000 peserta yang lolos tahap awal Nusantara Standard Test (NST), hanya 2.644 yang melanjutkan ke tahap kedua. Dari jumlah itu, disaring lagi menjadi 400 peserta terbaik nasional dengan skor jauh di atas rata-rata.

NST Tahap II sendiri tidak sekadar menguji kemampuan dasar. Peserta dihadapkan pada soal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berbahasa Inggris, serta uji kemampuan Bahasa Inggris. Penilaian menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT), metode modern yang menilai kemampuan secara adaptif dan presisi berdasarkan tingkat kesulitan soal.

Hasilnya menunjukkan standar seleksi yang tinggi. Skor peserta Top 400 berada di rentang 630–770, melampaui rata-rata nasional di angka 580. Bahkan, hanya sekitar 15,1 persen yang masuk kategori “baik hingga luar biasa” dalam skala prediktif International Baccalaureate (IB).

Pelaksanaan seleksi terpusat di Semarang juga disebut sebagai bagian dari komitmen menghadirkan proses yang adil dan akuntabel. Seluruh peserta diuji dengan standar yang sama, tanpa membedakan latar belakang daerah maupun sekolah.

Menariknya, data komposisi peserta memperkuat narasi meritokrasi tersebut. Sebanyak 44 persen berasal dari SMP negeri, 42,5 persen dari sekolah swasta kurikulum nasional, dan 13,5 persen dari sekolah berkurikulum internasional. Ini menunjukkan bahwa peluang lolos tidak ditentukan oleh asal sekolah, melainkan kualitas individu.

Di tahap akhir ini, peserta akan menjalani rangkaian seleksi komprehensif, mulai dari tes akademik lanjutan, IELTS prediction test, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi dan penelusuran mental kepribadian, uji kesamaptaan jasmani, hingga Leaderless Group Discussion (LGD) dan wawancara bersama orang tua.

Dari seluruh tahapan tersebut, hanya sekitar 180 peserta yang akan diterima sebagai siswa angkatan kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Dengan sistem pendidikan berasrama dan kurikulum berdaya saing global, seleksi ini bukan hanya tentang mencari siswa pintar, tetapi membentuk generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Related posts