45 Sound Horeg Sultan Gelar Battle di Sumbersewu Banyuwangi

BANYUWANGI, HeadlineJatim.com– Sebanyak 45 unit sound horeg berukuran raksasa mengguncang pesisir selatan Banyuwangi. Puluhan perangkat audio kelas kakap tersebut ambil bagian dalam ajang “Halal Bihalal Battle Sound Horeg” di Lapangan Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Minggu (29/3/2026).

Ajang tahunan ini bukan sekadar hiburan momen Lebaran bagi warga lokal. Di kalangan pecinta audio, kegiatan ini telah bergeser menjadi arena adu gengsi antar pemilik sound system dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Read More

Sound Horeg Bernilai Miliaran Rupiah

Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan truk besar berjejer rapi membawa perangkat audio berukuran jumbo. Bahkan, beberapa susunan speaker tampak menjulang dengan tinggi lebih dari 5 meter. Musik remix yang diputar dengan volume tinggi menciptakan getaran kuat yang terasa langsung di dada para penonton.

Ketua Panitia, Zainal Abidin, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta pada gelaran tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Awalnya ini hanya kegiatan pemuda desa saat Lebaran. Tapi sekarang sudah berkembang pesat. Pesertanya datang dari berbagai daerah, tidak hanya lokal Banyuwangi saja tapi juga dari luar kota,” ujar Zainal kepada wartawan, Minggu (29/3/2026).

Zainal menambahkan, seluruh peserta yang tampil kali ini membawa perangkat dengan spesifikasi tinggi. “Total ada 45 unit yang tampil, semuanya kategori besar. Bisa dibilang ini kelas ‘sultan’,” imbuhnya.

Nilai investasi untuk setiap unit yang tampil pun terbilang fantastis. Menurut Zainal, satu set lengkap sound system beserta genset dan truk pengangkutnya bisa menembus angka miliaran rupiah. Bahkan, operasional selama acara saja bisa memakan biaya hingga ratusan juta rupiah.

Tetap Utamakan Keselamatan

Meski cuaca di wilayah Muncar cukup menyengat, ribuan penonton terpantau tetap memadati area lapangan sejak siang hari. Mereka rela berdesakan demi merasakan sensasi getaran audio khas horeg tersebut.

Salah satu penonton asal luar daerah, Puti Ravana Bila, mengaku sengaja datang jauh-jauh karena penasaran dengan atmosfer ekstrem khas acara ini.

“Seru banget, tahun ini jauh lebih ramai. Suaranya benar-benar menggelegar sampai ke badan. Banyak juga keluarga yang bawa anak-anak, mungkin sudah jadi budaya tontonan di sini. Tapi tetap harus hati-hati, sebaiknya pakai pelindung telinga,” tutur Puti.

Zainal memproyeksikan puncak keramaian akan terjadi pada Minggu malam, di mana selain adu kualitas suara, para peserta juga akan menyuguhkan atraksi tata cahaya (lighting) terbaik mereka yang ditutup dengan pesta kembang api.

Hingga sore hari, arus lalu lintas menuju Desa Sumbersewu terpantau padat merayap. Petugas gabungan dari kepolisian dan linmas disiagakan di sejumlah titik rawan macet untuk menjaga kondusifitas acara.

Related posts