JEMBER, HeadlineJatim.com– Suasana perayaan Lebaran Ketupat di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, nyaris berubah menjadi tragedi. Seorang bocah berusia 11 tahun bernama Dino, warga setempat, terseret ombak saat mandi di laut pada Jumat (27/3/2026) pagi.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Korban bersama keluarganya datang ke pantai untuk menjalankan tradisi tahunan mandi laut di momen Idulfitri 1447 H. Naas, korban mengabaikan imbauan petugas dan nekat berenang hingga ke tengah area gelombang tinggi.
Saksi mata di lokasi, Risky Maulana (37), menuturkan bahwa suasana mendadak mencekam saat tubuh Dino mulai terseret arus ke tengah. Warga dan keluarga korban spontan berteriak histeris meminta pertolongan.
“Kami sudah melihat ombak cukup besar. Tiba-tiba anak itu sudah terseret ke tengah. Warga panik dan teriak tolong. Beruntung rekan-rekan nelayan dan relawan yang siaga langsung bergerak cepat melakukan penyelamatan sebelum korban terbawa lebih jauh,” ungkap Risky.
Berkat kesigapan tim di lapangan, Dino berhasil dievakuasi ke daratan dalam kondisi lemas. Petugas medis di posko kesehatan segera memberikan bantuan oksigen hingga kondisi korban dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang oleh pihak keluarga.
Total Lima Wisatawan Sempat Tergulung Ombak
Ternyata, Dino bukan satu-satunya korban pada hari itu. Anggota Relawan Barat Daya, Vicky Septian, mengungkapkan bahwa dalam rombongan yang sama, terdapat total lima orang yang sempat tergulung ombak, dengan tiga di antaranya terseret cukup jauh.
“Ada lima orang dalam satu rombongan; satu perempuan dan dua laki-laki sempat terseret arus. Satu orang kondisinya sempat parah dan butuh pertolongan medis intensif, namun alhamdulillah semuanya berhasil diselamatkan,” jelas Vicky.
Vicky menegaskan bahwa tim SAR lokal, relawan, dan aparat Polsek Kencong telah berulang kali memberikan peringatan melalui pengeras suara agar pengunjung tidak mandi di laut. Namun, banyak wisatawan yang tetap nekat demi menjalankan tradisi.
“Kami sudah terus mengimbau. Wilayah ini adalah Pantai Selatan dengan kontur yang ekstrem dan arus bawah yang kuat, jadi perlu ekstra hati-hati,” tegasnya.
Pihak relawan memprediksi puncak kunjungan masyarakat ke Pantai Paseban akan terjadi pada Sabtu besok. Petugas meminta para pengunjung untuk patuh pada aturan demi menghindari jatuhnya korban jiwa di tengah momentum libur Lebaran.






