Hilang 5 Hari, Pria Asal Banyuwangi Ditemukan Tewas Tersangkut di Sungai Silo Jember

JEMBER, HeadlineJatim.com — Setelah melalui pencarian intensif selama lima hari, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah Buyang (44), pria asal Banyuwangi yang dilaporkan hanyut di sungai. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tersangkut tumpukan bambu (barongan) di aliran sungai Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Jember, Kamis (30/4/2026) siang.

Buyang, yang berdomisili di Desa Garahan, sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu sore (26/4/2026) saat berpamitan mandi ke sungai. Nahas, diduga penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh saat debit air sungai meningkat akibat hujan deras.

Read More

Kapolsek Sempolan (Silo), AKP Muhamad Lutfi, mengonfirmasi penemuan jenazah di sungai Jember tersebut. Laporan awal diterima sekitar pukul 13.00 WIB dari warga yang mencium bau tidak sedap di sekitar lokasi kejadian.

“Korban terakhir terlihat Minggu pukul 14.00 WIB saat hendak mandi. Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah,” ujar AKP Lutfi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Ditemukan 4,8 Kilometer dari Lokasi Awal

Komandan Tim SAR Gabungan, Andinata Dwi Putra, menjelaskan bahwa proses pencarian melibatkan sekitar 40 personel dari Basarnas, BPBD, PMI, hingga relawan. Jenazah akhirnya ditemukan sejauh kurang lebih 4,8 kilometer dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK) awal.

Kondisi jenazah saat ditemukan dalam posisi tengkurap dan tersangkut di bawah tumpukan sampah serta bambu atau barongan.

“Karena sudah lima hari di dalam air, tubuh korban mulai membengkak dan terdapat luka lecet akibat gesekan bebatuan sungai, namun secara umum kondisi tubuh masih utuh,” jelas Andinata.

Saksi mata pertama, Dulwaki (56), warga Dusun Krajan, menuturkan bahwa dirinya semula hendak mandi di sungai sebelum mencium aroma menyengat. Setelah ditelusuri, ia terkejut menemukan bagian tubuh manusia tersangkut di aliran sungai dan segera melapor ke perangkat desa.

Riwayat Medis dan Evakuasi

Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Tim SAR menduga penyakit tersebut kambuh saat korban berada di air, sehingga ia tidak mampu menyelamatkan diri ketika arus sungai mendadak deras akibat cuaca buruk.

Aparat Polsek Sempolan bersama tim gabungan telah mengevakuasi jenazah. Pihak keluarga yang datang ke lokasi memastikan identitas korban melalui ciri-ciri fisik dan wajah.

“Identitas korban diperkuat oleh pengakuan keluarga yang langsung mengenali ciri-cirinya,” tambah AKP Lutfi.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Soebandi untuk proses pemulasaran sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama saat musim penghujan dengan arus yang tidak terprediksi.

Related posts