Ilustrasi dibuat oleh tim grafis.
JEMBER, HeadlineJatim.com – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video sepasang remaja yang diamankan warga di wilayah Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Pasangan tersebut diduga kepergok tengah melakukan aksi asusila di area semak-semak yang minim penerangan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi di kawasan Gumuk Dempet, Dusun Curahancar, Desa Rambipuji. Keduanya diamankan oleh anggota Karang Taruna yang sedang melakukan patroli rutin pada malam hari.
Kanit Reskrim Polsek Rambipuji, Bripka Bambang Febri, membenarkan adanya pelimpahan pasangan remaja tersebut dari warga. Keduanya diketahui berinisial FH (16) dan RM (19), yang tercatat sebagai warga setempat.
“Berawal dari laporan masyarakat terkait adanya pasangan remaja yang diduga melakukan aksi mesum. Setelah diamankan warga, keduanya diserahkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Bripka Bambang saat dikonfirmasi, Minggu (26/4/2026) malam.
Kronologi bermula saat petugas ronda mencurigai aktivitas di balik rimbunan bambu dekat jembatan gantung yang dikenal gelap dan sepi. Saat diperiksa menggunakan senter, pasangan yang berstatus pacaran ini kedapatan tengah melakukan perbuatan tidak senonoh.
Mengetahui keberadaan warga, keduanya sempat mencoba melarikan diri ke arah pos kamling, namun berhasil dihadang oleh massa yang sudah bersiaga.
Mengingat salah satu dari pasangan tersebut masih di bawah umur, pihak kepolisian mengambil langkah persuasif berupa pembinaan. Polisi telah memanggil orang tua masing-masing dan mewajibkan kedua remaja tersebut untuk menjalani wajib lapor.
“Langkah utama kami adalah pembinaan dan memanggil pihak keluarga agar pengawasan ke depan lebih ketat,” tambahnya.
Pasca-kejadian tersebut, warga bersama perangkat RT/RW setempat langsung memperketat pengamanan lingkungan. Sebagai langkah antisipasi, warga memasang enam titik lampu penerangan baru di lokasi kejadian yang sebelumnya gelap gulita.
Warga juga mengimbau masyarakat untuk berhenti menyebarluaskan video kejadian tersebut demi melindungi masa depan para remaja yang terlibat, serta meminta para orang tua untuk lebih waspada mengawasi aktivitas anak-anak mereka di luar rumah.






