Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan memberikan apresiasi khusus kepada Rendra di Mapolresta Banyuwangi.
BANYUWANGI, HeadlineJatim.com – Kejelian seorang warga Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, berhasil menyelamatkan tiga warga negara asing (WNA) asal Thailand dari aksi penipuan bermodus jual beli tokek senilai Rp2 miliar.
Para turis tersebut nyaris kehilangan uang miliaran rupiah setelah tergiur penawaran “tokek emas” palsu oleh oknum yang mengaku warga setempat.
Peristiwa ini bermula saat ketiga WNA tersebut datang ke Dusun Sukomade, Desa Sarongan, dengan niat membeli dua ekor tokek emas. Pelaku mengklaim sebagai warga setempat dan mematok harga fantastis untuk hewan tersebut.
Namun, saat mencari alamat pelaku, para korban terlihat kebingungan dan menarik perhatian Rendra, seorang warga sekitar. Menggunakan aplikasi penerjemah bahasa, Rendra mencoba membantu dan justru menemukan kejanggalan pada tujuan kedatangan mereka.
“Setelah saya telusuri identitas penjual yang mereka maksud, ternyata nama tersebut tidak dikenal di desa kami. Saya langsung menyarankan mereka membatalkan transaksi karena mencium gelagat penipuan,” ujar Rendra.
Kecurigaan Rendra terbukti setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut. Hewan yang ditawarkan pelaku ternyata bukan tokek hutan bernilai tinggi, melainkan jenis gecko (tokek hias) yang memiliki ciri fisik ekor lebih pendek dan tidak memiliki nilai ekonomis sebagaimana yang dijanjikan pelaku.
Atas aksi heroiknya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan memberikan apresiasi khusus kepada Rendra di Mapolresta Banyuwangi, Sabtu (18/4/2026). Rendra diundang secara resmi untuk menerima piagam penghargaan.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian saudara Rendra. Langkah cepatnya tidak hanya menyelamatkan korban dari kerugian miliaran rupiah, tetapi juga menjaga nama baik Banyuwangi dari praktik penipuan,” tegas Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan.
Kapolresta menegaskan bahwa peran aktif masyarakat seperti yang ditunjukkan Rendra sangat krusial dalam membantu tugas kepolisian mencegah tindak kriminal. Ia berharap tindakan ini menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk berani melapor jika menemukan hal mencurigakan.
“Kami mengimbau masyarakat, termasuk warga asing, untuk tidak mudah percaya pada tawaran transaksi dengan nilai yang tidak masuk akal. Pastikan identitas penjual dan objek transaksi benar-benar valid sebelum menyerahkan uang,” imbuhnya.
Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami identitas pelaku yang mencoba melakukan penipuan tersebut. Kasus ini menjadi pengingat bagi publik untuk tetap waspada terhadap modus lama jual beli hewan langka dengan iming-iming keuntungan besar.






