JPE Susul Phonska Plus ke Grand Final Usai Menang Telak Atas Popsivo Polwan di Semarang

GRESIK, HeadlineJatim.com – Jakarta Pertamina Enduro (JPE) resmi mengamankan tiket kedua menuju babak Grand Final Proliga 2026. Kepastian ini diraih setelah Megawati Hangestri dan kawan-kawan menundukkan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor telak 3-0 (25-16, 25-14, 25-16) dalam lanjutan seri ketiga Final Four di GOR Jatidiri, Semarang, Jumat (17/4/2026) malam.

Dengan hasil ini, JPE akan menantang Phonska Plus yang sudah lebih dulu menunggu di partai puncak. Kemenangan tiga set langsung ini sekaligus menegaskan dominasi anak asuh Bullent Karsioglu yang tampil impresif meski di bawah tekanan cuaca panas.

Read More

Sejak set pertama dimulai, pelatih JPE Bullent Karsioglu langsung menurunkan kekuatan penuh. Kombinasi maut Megawati Hangestri, Wilma Salas, dan Irina Voronkova langsung menekan pertahanan lawan. Meski Popsivo sempat mengejar di angka 14-12 lewat aksi Yonkaira Pena, time-out krusial yang diambil Karsioglu berhasil memutus momentum lawan. JPE pun menutup set pertama dengan skor 25-16 melalui servis ace dari Rissa Mega.

Dominasi JPE berlanjut di set kedua. Tembok pertahanan yang digalang Shindy Saskia membuat serangan-serangan dari Malwina Smarzek sulit menembus area JPE. Penurunan performa Popsivo di poin kritis dimanfaatkan dengan baik oleh JPE untuk menutup set kedua dengan skor mencolok 25-14.

Memasuki set ketiga, mental pemain Popsivo tampak mulai goyah. Megawati Hangestri terus menghujani pertahanan lawan dengan spike keras yang sulit diantisipasi. Meski Megawati sempat ditarik keluar di pertengahan set, tajamnya serangan Wilma Salas dan Irina Voronkova memastikan kemenangan JPE tetap terjaga. Laga berakhir dengan skor 25-16, sekaligus mengunci kemenangan sempurna bagi tim Pertamina.

Usai pertandingan, pelatih JPE Bullent Karsioglu mengakui adanya kendala teknis di lapangan. Menurutnya, suhu udara di GOR Jatidiri yang mencapai 30 derajat Celcius membuat tempo permainan sedikit melamban.

“Permainan menjadi lamban karena banyak berkeringat karena cuacanya panas. Saya berharap di laga Grand Final nanti cuaca lebih baik, sehingga kita bisa menyusun strategi berbeda,” ungkap pelatih asal Turki tersebut.

Di sisi lain, pelatih Popsivo Polwan, Darko Dobreskov, mengaku kecewa dengan performa anak asuhnya yang dinilai tampil di bawah standar.

“Ini penampilan yang tidak seperti biasanya. Para pemain tampil sangat buruk malam ini,” tegas Darko.

Related posts