BANYUWANGI, HeadlineJatim.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banyuwangi resmi menjalin kerja sama strategis dengan Stasiun Meteorologi Kelas III Banyuwangi (BMKG), Senin (13/4/2026). Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat akurasi operasi kemanusiaan melalui pemanfaatan data cuaca secara real-time.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan langsung di kantor BMKG Banyuwangi. Fokus utama kolaborasi ini adalah integrasi data meteorologi, klimatologi, dan geofisika guna menunjang operasi pencarian dan pertolongan (SAR) agar lebih cepat, tepat, dan aman bagi personel maupun korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menegaskan bahwa dukungan informasi cuaca yang akurat sangat krusial mengingat kompleksitas geografis wilayah Banyuwangi.
“Kerja sama ini bertujuan meningkatkan efektivitas operasi SAR secara menyeluruh melalui penguatan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi. Informasi cuaca adalah faktor kunci dalam pengambilan keputusan di lapangan,” ujar I Made Oka Astawa.
Ia menambahkan, wilayah kerja Basarnas Banyuwangi memiliki tingkat kerawanan tinggi di sektor darat, laut, hingga udara. Oleh karena itu, kolaborasi ini juga merujuk pada regulasi keselamatan penerbangan sipil (Civil Aviation Safety Regulation) sebagai standar penanganan kondisi darurat.
Ruang lingkup kerja sama selama lima tahun ke depan ini mencakup pertukaran data cuaca, koordinasi penanganan keadaan darurat, latihan gabungan, hingga dukungan sarana prasarana antarinstansi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Teguh Tri Susanto, menyatakan komitmen penuh untuk menyuplai data meteorologi yang berkelanjutan bagi kebutuhan SAR.
“Kami siap menyediakan data yang akurat sebagai dasar operasional. Informasi cuaca yang tepat tidak hanya meningkatkan peluang keberhasilan evakuasi, tetapi juga meminimalkan risiko bagi tim penyelamat yang bertugas,” ungkap Teguh.
Melalui integrasi data ini, Basarnas Banyuwangi optimistis kualitas layanan pencarian dan pertolongan akan semakin profesional dan responsif di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sering terjadi di wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut.






