Surabaya, headlinejatim.com– Mewujudkan budaya kerja yang insan perusahaan. Berangkat dari semangat tersebut, PLN UP3 Surabaya Utara terus memperkuat implementasi budaya kerja PS4 (Profesional, Sinergi, Sigap, dan Peduli) sebagai fondasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan sekaligus mendorong transformasi perusahaan yang berkelanjutan.
Penerapan PS4 tidak sekadar menjadi slogan, melainkan diwujudkan dalam aktivitas kerja sehari-hari yang melibatkan seluruh pegawai, mulai dari jajaran manajemen hingga petugas pelayanan di lapangan. Melalui internalisasi yang berkesinambungan, setiap insan PLN didorong untuk menjadikan nilai-nilai PS4 sebagai karakter dalam bekerja.
Manager PLN UP3 Surabaya Utara, Muhammad Syafdinnur, menegaskan bahwa budaya kerja merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas layanan sekaligus memperkuat kolaborasi di lingkungan kerja.
“PS4 bukan hanya sekadar nilai perusahaan yang dihafalkan, tetapi harus menjadi kebiasaan yang tercermin dalam setiap tindakan. Ketika seluruh pegawai mampu menjalankan nilai Profesional, Sinergi, Sigap, dan Peduli secara konsisten, maka pelayanan kepada pelanggan akan semakin optimal dan kepercayaan masyarakat terhadap PLN akan terus meningkat,” ujar Syafdinnur.
Menurutnya, keberhasilan transformasi PLN tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki integritas, disiplin, serta semangat memberikan pelayanan terbaik.
Sebagai bentuk komitmen dalam membangun budaya kerja yang sehat, PLN UP3 Surabaya Utara juga menerapkan mekanisme reward dan punishment secara objektif dan berkesinambungan. Pegawai yang menunjukkan kinerja terbaik, disiplin tinggi, serta menjadi teladan dalam mengimplementasikan nilai-nilai PS4 akan mendapatkan apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya.
Sebaliknya, bagi pegawai yang belum menjalankan budaya kerja sesuai standar perusahaan akan diberikan pembinaan secara bertahap. Apabila masih ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, perusahaan akan menerapkan sanksi sesuai regulasi sebagai bagian dari upaya menjaga disiplin dan profesionalisme di lingkungan kerja.
Muhammad Syafdinnur menambahkan bahwa sistem penghargaan dan pembinaan tersebut bukan semata-mata bertujuan memberikan penilaian, melainkan menjadi motivasi agar seluruh pegawai terus berkembang dan memiliki semangat untuk memberikan performa terbaik.
“Kami ingin membangun budaya yang saling mengingatkan dan saling mengapresiasi. Reward menjadi bentuk penghargaan bagi mereka yang konsisten menunjukkan kinerja terbaik, sementara punishment merupakan sarana pembinaan agar seluruh pegawai memiliki standar perilaku yang sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dengan penerapan budaya PS4 yang didukung sistem reward dan punishment, PLN UP3 Surabaya Utara optimistis mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Melalui penguatan budaya PS4, PLN UP3 Surabaya Utara menegaskan bahwa transformasi perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui inovasi dan digitalisasi, tetapi juga melalui pembentukan karakter insan PLN yang profesional, responsif, dan peduli. Dengan semangat tersebut, setiap pegawai diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan pelayanan kelistrikan yang andal, berkualitas, serta memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan, sejalan dengan komitmen PLN untuk terus menerangi negeri dan tumbuh bersama masyarakat./adv






