Kinerja PLN UP2D Jawa Timur Perkuat Kesadaran Keselamatan Ketenagalistrikan Melalui Edukasi Masyarakat di Surabaya

SURABAYA, headlinejatim.com – Sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan budaya keselamatan ketenagalistrikan di masyarakat, PLN menggelar kegiatan sosialisasi dan pembagian flyer edukasi keselamatan kepada masyarakat umum di Panti Asuhan Muhammadiyah KH Achmad Dahlan, Jalan Tambak Asri, Surabaya, Jumat (19/6). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi bahaya kelistrikan serta langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan guna menciptakan lingkungan yang aman dan selamat.

Dalam kegiatan tersebut, Team Leader K3L dan Lingkungan PLN UP2D Jawa Timur, Moh. Bisri Efendi, menyampaikan berbagai materi edukasi terkait keselamatan ketenagalistrikan. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pentingnya memperhatikan jarak aman saat melakukan pembangunan bangunan maupun aktivitas konstruksi di sekitar jaringan listrik. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat mendirikan bangunan, memasang antena, melakukan pengecatan, maupun menggunakan peralatan kerja berukuran panjang di dekat jaringan listrik karena berpotensi menimbulkan sengatan listrik, gangguan pasokan, hingga kecelakaan yang membahayakan keselamatan jiwa.

Selain itu, saat sosialisasi disampaikan juga mengenai bahaya membuka gardu listrik tanpa kewenangan. Gardu listrik merupakan instalasi bertegangan tinggi yang hanya boleh diakses oleh petugas PLN yang telah memiliki kompetensi dan dilengkapi dengan peralatan keselamatan sesuai standar. Akses yang tidak sah ke dalam gardu listrik dapat mengakibatkan kecelakaan fatal, kerusakan peralatan, serta gangguan keandalan pasokan listrik bagi pelanggan.

Moh. Bisri Efendi menegaskan bahwa keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, peningkatan pemahaman mengenai risiko kelistrikan menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan dan menjaga keselamatan lingkungan sekitar.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan jarak aman saat melakukan pembangunan atau aktivitas di dekat jaringan listrik. Selain itu, masyarakat juga tidak diperkenankan membuka gardu listrik PLN karena fasilitas tersebut hanya boleh diakses oleh petugas yang berwenang dan memiliki kompetensi khusus. Keselamatan adalah prioritas utama, sehingga kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan instalasi ketenagalistrikan demi mencegah terjadinya kecelakaan,” ujar Bisri.

Ia menambahkan bahwa PLN akan terus menggencarkan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada berbagai lapisan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

“Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada PLN melakui aplikasi PLN Mobile apabila menemukan kondisi jaringan listrik yang berpotensi membahayakan, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas. Kolaborasi antara PLN dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik,” tambahnya.

Melalui sosialisasi dan pembagian flyer keselamatan ketenagalistrikan, peserta memperoleh informasi praktis mengenai berbagai potensi bahaya listrik dan langkah-langkah pencegahannya. PLN berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap aspek keselamatan ketenagalistrikan sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam menjaga aset dan infrastruktur kelistrikan.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu wujud kinerja PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga aman bagi masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap risiko kelistrikan, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung keandalan pasokan listrik secara berkelanjutan.

Related posts