Jejak Bung Karno di Sidoarjo, Eks Sekolah Ongkoloro Pucang Diusulkan Jadi Cagar Budaya

SIDOARJO, HeadlineJatim.com – Jejak Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Kabupaten Sidoarjo kembali menjadi perhatian. Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Limasan Kopi, Candi, Sidoarjo, Minggu (21/6).

FGD tersebut mengupas berbagai jejak sang proklamator di Kota Delta, mulai dari masa kecilnya yang diyakini pernah tinggal dan bersekolah di Sidoarjo hingga sejumlah kunjungannya saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Read More

FGD dihadiri sejumlah sejarawan, pegiat sejarah, serta anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dan DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, termasuk Hari Yulianto. Selain membahas masa kecil Bung Karno di Sidoarjo, forum juga menampilkan dokumentasi kunjungan Soekarno saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Anggota DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto, mengatakan hasil kajian sejarah menunjukkan Bung Karno pernah tinggal di Sidoarjo sekitar tahun 1907 saat berusia lima hingga tujuh tahun. Berbagai data dan bukti yang telah dikumpulkan, menurutnya, menjadi dasar untuk mengungkap sekaligus melestarikan jejak sejarah tersebut.

“Kita sudah mencermati lama tentang sejarah Bapak Bangsa kita, Ir. Soekarno. Dari data-data dan bukti-bukti yang ada, sudah terbukti bahwa Bung Karno pada masa kecil, sekitar usia lima sampai tujuh tahun atau tepatnya sekitar tahun 1907, pernah berada di Sidoarjo,” ujar Hari.

Menurut Hari, salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah bekas Sekolah Ongkoloro Pucang yang kini menjadi SDN Pucang II Sidoarjo. Lokasi tersebut diyakini menjadi tempat Bung Karno menempuh pendidikan semasa kecil dan dinilai memiliki nilai sejarah yang layak untuk dilestarikan.

“Kami sedang mencari dan memperkuat bukti agar tempat beliau sekolah maupun tempat tinggalnya di Sidoarjo dapat diproses menjadi cagar budaya. Prosesnya akan kami lanjutkan bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kabupaten Sidoarjo sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Hari berharap jejak Bung Karno di Sidoarjo tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat. Menurutnya, tidak semua daerah memiliki rekam jejak sebagai tempat tinggal maupun tempat belajar sang proklamator saat masih kecil.

“Harapan kami, sejarah bahwa Bapak Bangsa, Presiden Pertama sekaligus Proklamator pernah memiliki jejak di Sidoarjo menjadi sesuatu yang luar biasa. Ini dapat memperkuat jati diri bangsa sekaligus menjadi pembelajaran bagi generasi muda,” tuturnya.

Selain membahas masa kecil Bung Karno, peserta FGD juga memajang sejumlah foto dokumentasi kunjungan Soekarno ke Sidoarjo ketika telah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Salah satu momen bersejarah yang diangkat adalah kunjungan Bung Karno saat meresmikan pabrik tekstil Ratatex (Rahman Tamin Textile) di Balongbendo pada 17 Mei 1958. Meski kini pabrik tersebut telah lama tutup, peristiwa itu menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan Bung Karno di Sidoarjo.

Sementara itu, sejarawan asal Sidoarjo sekaligus Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno, Dr Sudi Harjanto, menyebut hasil penelitian yang dilakukan selama ini semakin memperkuat dugaan bahwa Bung Karno pernah tinggal dan bersekolah di Sidoarjo.

Menurut Sudi, penetapan jejak sejarah tersebut harus didukung bukti-bukti fisik yang dapat dipertanggungjawabkan. Salah satunya adalah keberadaan bangunan SDN Pucang II yang diyakini merupakan bekas sekolah tempat Bung Karno belajar semasa kecil.

“Bukti fisik pendukung salah satunya memang SDN Pucang II. Kemudian diperkuat riwayat perpindahan ayah Bung Karno dari Ploso ke Sidoarjo lalu ke Mojokerto. Secara literasi sangat kuat. Selain itu ada kesaksian Mr. Klasen yang merupakan kesaksian sejaman, ditambah cerita tutur masyarakat di sekitar lokasi yang hingga kini masih menyebut Bung Karno pernah sekolah dan tinggal di Sidoarjo,” jelas Sudi.

Melalui FGD tersebut, para sejarawan dan anggota Fraksi PDI Perjuangan berharap seluruh bukti sejarah yang telah dihimpun dapat menjadi dasar penetapan cagar budaya atas jejak masa kecil Bung Karno di Sidoarjo. Upaya itu diharapkan tidak hanya menjaga warisan sejarah bangsa, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal perjalanan hidup sang proklamator, termasuk keterkaitannya dengan Kabupaten Sidoarjo.

Related posts