Foto Ilustrasi oleh tim grafis.
BANYUWANGI, HeadlineJatim.com – Tragedi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menggemparkan Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, berakhir duka mendalam. S (63), pria yang diduga membakar istrinya sendiri, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius.
Tersangka S mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Kondisinya terus menurun setelah mengalami luka bakar hingga 80 persen di sekujur tubuhnya akibat aksi nekatnya sendiri.
Kepala Desa Wringinrejo, Muadim, mengonfirmasi kabar meninggalnya S. Ia menyebut pihak keluarga telah menerima jenazah untuk segera dimakamkan secara layak.
“Benar, yang bersangkutan meninggal dunia pada Sabtu sore. Setelah dinyatakan meninggal, jenazah dimandikan di RSUD Genteng sebelum dibawa ke rumah duka,” ujar Muadim saat dikonfirmasi, Minggu (26/4/2026).
Jenazah S tiba di rumah duka sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung diberangkatkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Wringinrejo. Prosesi pemakaman yang berlangsung pada pukul 21.00 WIB tersebut dihadiri oleh kerabat dan warga setempat.
Pihak desa menyebutkan bahwa makam S terletak tidak jauh dari pusara istrinya, N (56). Sang istri telah lebih dulu meninggal dunia akibat luka bakar total 100 persen yang dideritanya pasca-kejadian tragis tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, peristiwa berdarah ini diduga dipicu oleh aksi S yang menyiramkan bahan bakar kepada istrinya saat korban hendak melaksanakan salat Isya. Setelah membakar sang istri, terduga pelaku kemudian membakar dirinya sendiri menggunakan sisa cairan bensin di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman meski terduga pelaku telah meninggal dunia guna memastikan motif di balik peristiwa yang menghancurkan rumah tangga tersebut.






