Damkar Jember Evakuasi Anting Tersangkut di Telinga Remaja Hingga Bengkak

Damkar Jember sedang melakukan pelapasan anting di telinga seorang remaja.(Foto: istimewa)

JEMBER, HeadlineJatim.com – Suasana Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Jember mendadak haru sekaligus tegang, Minggu (19/4/2026) malam.

Read More

Seorang remaja perempuan, Kurniatus Sholiha (18), datang dalam kondisi menangis histeris meminta bantuan petugas untuk melepaskan anting yang tersangkut di telinganya.

Warga Dusun Bidadung Kulon, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji ini menahan sakit selama tiga hari akibat anting model ulir miliknya tidak bisa dilepas. Kondisi daun telinga kanannya pun sudah mengalami pembengkakan serius karena anting tersebut semakin menekan kulit.

Anggota Mako A Damkar Pemkab Jember, Aris Setiawan, mengungkapkan bahwa korban sempat mengira anting tersebut bisa terlepas dengan sendirinya, sehingga sempat dibiarkan.

“Ternyata anting itu justru menempel erat dengan kulit dan memicu infeksi hingga bengkak. Karena rasa nyeri yang tidak tertahankan, korban akhirnya dibawa ke Mako sekitar pukul 18.33 WIB,” jelas Aris Setiawan usai proses evakuasi.

Melihat kondisi telinga yang sudah membengkak, tim Damkarmat memutuskan untuk melakukan tindakan medis darurat menggunakan peralatan khusus. Karena sistem ulir pada anting sudah macet total, petugas harus menggunakan gergaji kecil (gerinda mini) untuk memotong logam anting tersebut.

Proses evakuasi berlangsung dramatis selama sekitar 10 menit. Petugas dituntut ekstra hati-hati karena jarak antara alat potong dengan daun telinga korban hanya terpaut beberapa milimeter.

“Kami harus menenangkan korban yang terus menangis ketakutan. Alhamdulillah, dengan ketelitian tim, anting berhasil dipotong dan dilepas tanpa melukai daun telinganya lebih lanjut,” tambah Aris.

Setelah anting berhasil dilepas, pembengkakan di telinga korban diharapkan segera mereda dengan perawatan medis lanjutan. Pihak Damkarmat Jember mengimbau masyarakat untuk segera meminta bantuan tenaga profesional jika menghadapi situasi serupa dan tidak memaksakan melepas benda tajam atau logam secara mandiri yang berisiko memperparah luka.

Related posts