Kalapas Porong, Sohibur Rachman beserta Asisten II Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sidoarjo, Bahrul Amig.(Istimewa)
SIDOARJO, HeadlineJatim.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, terus memperkuat program ketahanan pangan nasional. Selain sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah, program ini menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan produktif.
Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mengoptimalkan lahan produktif di lingkungan pemasyarakatan.
Saat ini, Lapas Porong telah membudidayakan berbagai komoditas seperti terong, cabai, tomat, hingga jagung di lahan seluas 5.800 meter persegi. Tak berhenti di situ, pihak Lapas kini sedang menyiapkan lahan tambahan seluas dua hektare untuk pengembangan pepaya California.
“Alhamdulillah, meskipun skalanya bertahap, kegiatan ini rutin kami lakukan dan sudah beberapa kali panen. Ini adalah bagian dari kontribusi kami untuk ketahanan pangan,” ujar Sohibur Rachman, Minggu (12/4/2026).
Dalam program ini, para narapidana dilibatkan langsung mulai dari proses penanaman hingga perawatan. Hal ini dinilai krusial sebagai bekal keterampilan (skill) bagi warga binaan saat nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Hasil panen tersebut tidak hanya dikonsumsi secara internal oleh warga Lapas, tetapi sebagian juga dijual kepada masyarakat luas dengan harga terjangkau melalui bazar murah. Sohibur pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo yang mulai melirik potensi sinergi di sektor agribisnis ini.
Apresiasi senada disampaikan oleh Asisten II Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sidoarjo, Bahrul Amig. Saat melakukan kunjungan ke Lapas Porong, ia menilai langkah tersebut merupakan strategi konkret yang humanis.
“Ini sangat positif. Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, poin pentingnya adalah bagaimana menyiapkan warga binaan agar punya kemandirian ekonomi ketika bebas nanti,” kata Bahrul Amig.
Melalui perluasan lahan pertanian ini, Lapas Porong diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembinaan hukum, tetapi juga menjelma menjadi pusat pelatihan kerja yang produktif. Program ini membuktikan bahwa keterbatasan ruang di balik jeruji besi bukan halangan untuk mencetak individu yang mandiri dan berdaya guna.






