Apresiasi Penurunan Biaya Haji, Ning Lia Harapkan Transformasi Layanan Terus Berlanjut

GRESIK, HeadlineJatim.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang resmi menurunkan biaya haji tahun 2026 sebesar Rp2 juta per jemaah. Langkah ini dinilai sebagai angin segar bagi masyarakat di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan.

Perempuan yang akrab disapa Ning Lia menyatakan bahwa penurunan biaya ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam mempermudah akses ibadah bagi rakyatnya.

Read More

“Ini merupakan kebijakan yang patut diapresiasi karena memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Penurunan biaya haji tentu sangat membantu dan meringankan calon jemaah,” ujar Ning Lia dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).

Senator peraih suara terbanyak nasional di kategori perempuan ini, menilai kebijakan tersebut membuktikan bahwa pemerintah memiliki keberpihakan yang kuat terhadap masyarakat kecil.

Terlebih, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penurunan biaya tetap dilakukan meskipun harga avtur dunia sedang mengalami kenaikan.

Selain penurunan biaya, Ning Lia juga menaruh harapan besar pada transformasi penyelenggaraan ibadah haji ke depan. Ia mendorong agar Kementerian Haji (Kemenhaj) terus melakukan inovasi agar sistem perhajian Indonesia semakin profesional, transparan, dan terjangkau.

“Banyak inovasi yang dilakukan oleh Kemenhaj dan sangat membantu masyarakat. Kami berharap transformasi ini terus berjalan menuju sistem yang lebih profesional dan berpihak pada kebutuhan jemaah di masa mendatang,” tambahnya.

Optimisme senada juga datang dari praktisi perhajian. Wakil Sekretaris Jenderal Sarikat Penyelenggara Umroh & Haji Indonesia (SAPUHI), Adjie Mubarok, menilai kebijakan ini sebagai kabar melegakan. Namun, ia mengingatkan agar penurunan biaya tidak mengurangi kualitas layanan di lapangan.

“Ini merupakan kebijakan yang cukup baik. Namun, pemerintah juga perlu memastikan peningkatan kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama demi kenyamanan jemaah,” kata Adjie.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Indonesia saat ini tengah menyiapkan pengembangan lahan seluas 45 hektare di Makkah. Rencananya, area tersebut akan disulap menjadi perkampungan haji Indonesia yang dilengkapi dengan puluhan menara hunian hingga terminal khusus.

Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia di tanah suci.

Related posts