BANYUWANGI HeadlineJatim.com- Ratusan warga Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, meluruk pendopo kantor desa setempat, Senin (6/4/2026). Kedatangan massa dipicu oleh dugaan skandal asusila yang menyeret Kepala Desa (Kades) Sukojati, Untung Suripno.
Isu tak sedap tersebut mulai menyebar luas di kalangan masyarakat setelah warga mendapati sang kades diduga sedang bersama seorang janda pada Jumat (3/4) malam lalu. Tak terima dengan dugaan perilaku tersebut, warga pun menuntut agar Untung segera meletakkan jabatannya.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukojati, Hariyanto, membenarkan bahwa aksi unjuk rasa ini bermula dari laporan masyarakat terkait indikasi tindakan asusila pimpinannya.
“Warga datang ke sini bermula dari adanya indikasi tindak asusila sehingga masyarakat memberi laporan kepada kita (BPD). Dari sini kita lakukan musyawarah mufakat, termasuk meminta klarifikasi kepada kepala desa dan perwakilan warga untuk mencari kebenaran informasi tersebut,” ujar Hariyanto saat ditemui di kantor desa.
Hariyanto menegaskan bahwa pihaknya berupaya memediasi antara keinginan warga dan keterangan dari pihak desa melalui jalur musyawarah untuk mencari fakta yang sebenarnya.
“Kami meminta kepala desa memberikan klarifikasi kepada khalayak umum seperti yang sudah dilakukan tadi. Terkait indikasi terjadinya dugaan asusila itu, kami tidak berani menyimpulkan dan kami juga tidak mengetahui serta tidak memiliki video tersebut,” imbuhnya.
Di sisi lain, Irawan selaku perwakilan warga menyatakan bahwa tuntutan utama mereka adalah transparansi dan pertanggungjawaban moral dari sang kepala desa. “Kami menuntut kepala desa memberi klarifikasi (terkait peristiwa tersebut),” tegasnya singkat.
Di hadapan massa yang terus mendesaknya mundur, Kades Untung Suripno akhirnya angkat bicara. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di wilayahnya dan menyatakan kesiapannya untuk melepas jabatan sesuai prosedur hukum.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dengan ini saya menyatakan, saya selaku Kepala Desa Sukojati tulus meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi saat ini. Yang kedua, saya siap diberhentikan sebagai kepala desa sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” ucap Untung di hadapan ratusan warganya.
Meski telah menyampaikan permohonan maaf dan pernyataan siap diberhentikan, Untung tetap bungkam saat ditanya mengenai kebenaran skandal maupun video dugaan asusila yang menyeret namanya. Ia memilih bungkam dan langsung meninggalkan kantor desa saat hendak dimintai klarifikasi lebih lanjut oleh awak media.
Situasi di kantor desa kini mulai mereda setelah adanya pernyataan tertulis dari kades tersebut. Warga berharap proses pemberhentian dapat berjalan cepat sesuai aturan yang berlaku demi menjaga marwah Desa Sukojati.






