Heboh Misteri Api dari Lantai Keramik Rumah di Jenggawah Jember

JEMBER HeadlineJatim.com– Fenomena kemunculan api yang diduga berasal dari bawah lantai keramik menghebohkan warga Dusun Jatirejo, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (29/3/2026) pagi.

Satu unit rumah milik warga bernama Misiana dilaporkan kembali terbakar. Insiden ini menjadi kejadian kelima dengan pola serupa yang hingga kini belum terungkap secara pasti penyebabnya.

Read More

Berdasarkan laporan resmi dari Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Jember Posko Ambulu, kebakaran dilaporkan oleh warga sekitar pukul 09.08 WIB. Satu unit mobil pemadam dengan empat personel langsung diterjunkan dan berhasil menjinakkan api sepenuhnya sekitar pukul 10.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta. Pemadaman berlangsung cepat berkat kesigapan warga sekitar yang bergotong royong bersama Polsek Jenggawah sebelum armada damkar tiba.

Petugas Damkarmat Regu A Posko Ambulu, Affan Nasir, mengungkapkan bahwa kebakaran kali ini memiliki kemiripan pola yang sangat identik dengan empat kejadian sebelumnya.

“Menurut keterangan pemilik rumah, api diduga muncul dari sela-sela keramik. Ini sudah kejadian yang kelima, dengan rentang waktu kejadian yang hampir sama, yakni antara pukul 09.00 sampai 10.00 pagi,” ujar Affan pada Minggu (29/3/2026).

Affan menjelaskan, titik api pada kejadian-kejadian sebelumnya sempat berpindah-pindah. Mulai dari membakar kasur di bagian belakang rumah hingga area ruang tamu. Pada insiden kelima ini, api tiba-tiba muncul dan menghanguskan kursi di ruang tamu.

Hingga saat ini, pihak Damkarmat Jember masih belum bisa menyimpulkan penyebab pasti dari rentetan kebakaran ganjil tersebut. Kendati demikian, ada dugaan awal yang mengarah pada faktor teknis akumulasi gas di bawah tanah.

“Ada kemungkinan akumulasi biogas yang terjebak di bawah tanah. Apalagi septic tank rumah ini sebelumnya sempat dipindah dan tidak memiliki pipa ventilasi udara. Gas yang terakumulasi bisa sangat berbahaya jika tersulut pemicu,” papar Affan.

Di sisi lain, petugas juga tidak menutup mata pada kemungkinan adanya faktor eksternal non-teknis, seperti sabotase atau unsur kesengajaan dari oknum tertentu.

“Kami menyarankan pemilik rumah untuk memasang kamera CCTV secara tersembunyi. Hal ini penting untuk memastikan apakah ada faktor lain, seperti kesengajaan orang luar yang melakukan pembakaran,” tambahnya.

Kondisi ini tentu saja memukul psikologis keluarga korban yang dihuni oleh empat orang perempuan. Bahkan, warga sekitar pun mengaku was-was dan berharap pemerintah desa serta instansi terkait segera turun tangan memberikan bantuan teknis maupun moril untuk memecahkan misteri ini.

Related posts