Direktur Utama PT Jasamarga Surabaya Mojokerto, Dominicus Hari Pratama
SURABAYA, HeadlineJatim.com – Arus balik Lebaran 2026 menuju Surabaya mencapai titik krusial. Hingga H+7, tercatat sebanyak 466.814 kendaraan masuk ke Kota Pahlawan, melonjak hampir 40 persen dibandingkan kondisi normal menjadi sinyal kuat tingginya mobilitas pasca-Lebaran tahun ini.
Lonjakan tersebut terekam di Gerbang Tol Warugunung, salah satu akses utama keluar-masuk Surabaya. Data PT Jasamarga Surabaya Mojokerto menunjukkan, pergerakan kendaraan selama periode H-10 hingga H+6 Lebaran tidak hanya tinggi, tetapi juga terjadi dalam tempo yang relatif singkat.
Direktur Utama PT Jasamarga Surabaya Mojokerto, Dominicus Hari Pratama, mengungkapkan bahwa selain arus masuk yang mendominasi, pergerakan kendaraan ke arah sebaliknya juga terbilang besar. Sebanyak 453.695 kendaraan tercatat meninggalkan Surabaya ke arah barat, membuat volume lalu lintas di kedua arah nyaris berimbang.
“Secara total, terjadi kenaikan sebesar 39,85 persen dibandingkan kondisi normal,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Puncak arus balik sendiri terjadi pada 24 Maret 2026. Pada hari tersebut, volume kendaraan yang masuk ke Surabaya mencapai 46.257 unit dalam sehari, atau melonjak tajam hingga 158 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Kondisi ini memperlihatkan pola arus balik yang tidak menyebar merata, melainkan terkonsentrasi dalam satu momentum puncak—yang berpotensi menimbulkan tekanan tinggi di ruas tol utama.
Meski tren lalu lintas mulai menunjukkan penurunan, pergerakan kendaraan diperkirakan masih akan tinggi hingga akhir pekan. Untuk periode 28–29 Maret 2026, volume arus balik diproyeksikan tetap berada di kisaran 36 ribu kendaraan per hari, atau masih 65 persen di atas kondisi normal.
Humas PT Jasamarga Surabaya Mojokerto, Wiralex Goni, menambahkan bahwa peningkatan volume kendaraan terjadi di kedua arah. Kendaraan menuju Surabaya tercatat naik 37,94 persen, sementara arah sebaliknya menuju Jakarta meningkat lebih tinggi, yakni 41,86 persen dibandingkan kondisi normal.
Tingginya angka ini menegaskan bahwa Surabaya tetap menjadi pusat tarikan utama aktivitas pasca-Lebaran di Jawa Timur. Arus balik tahun ini bukan hanya padat, tetapi juga mencerminkan mobilitas yang semakin terkonsolidasi dengan lonjakan tajam dalam waktu singkat yang menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolaan lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.






