JEMBER, HeadlineJatim.com– Sebuah insiden unik sekaligus mengharukan menimpa Harun (20), warga Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Akibat sepeda motor Honda CB miliknya tercebur ke kolam pemancingan sedalam delapan meter, Harun nekat “bermalam” di lokasi kejadian selama dua hari karena takut kendaraannya hilang.
Peristiwa ini terjadi di area pemancingan Jalan Karimata, Kelurahan Sumbersari, Jember. Motor berwarna merah dengan nomor polisi B 8791 HE tersebut tergelincir masuk ke dasar kolam sejak Senin (23/3/2026) dan baru berhasil dievakuasi pada Rabu (25/3/2026).
Terpeleset karena Kontur Tanah Miring
Kejadian bermula saat Harun dan dua rekannya datang untuk memancing pada Senin malam. Ia memarkirkan motornya di area yang memiliki kontur tanah menurun dan cukup dekat dengan bibir kolam. Diduga karena posisi standar yang tidak kokoh di tanah miring, motor tersebut tiba-tiba merosot dan tenggelam ke dasar kolam yang dalam.
Panik melanda karena upaya evakuasi mandiri gagal total. Bobot motor yang berat dan kedalaman air menjadi kendala utama.
“Kami sudah coba angkat sendiri, tapi tidak kuat. Posisi motornya susah dijangkau di dasar,” ujar Komandan Regu C Damkarmat Mako Pemkab Jember, Syamsullah, menirukan pengakuan Harun.
Dua Malam Menjaga Kolam Tanpa Ponsel
Nasib malang Harun bertambah karena saat kejadian ia tidak membawa telepon genggam (HP). Tanpa alat komunikasi dan kendaraan lain, ia dan teman-temannya memutuskan untuk menetap di lokasi pemancingan selama dua malam demi memastikan motor kesayangannya tidak raib digondol orang.
“Katanya takut motornya hilang, jadi anak ini bersama teman-temannya tidak pulang. Mereka menjaga motor itu dari atas kolam karena kejadiannya malam hari dan tidak ada akses melapor,” jelas Syamsullah.
Baru pada Rabu siang, setelah mendapatkan arahan dari warga sekitar, Harun memberanikan diri mendatangi Mako Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Jember untuk meminta bantuan profesional.
Evakuasi Dramatis Selama 30 Menit
Menerima laporan darurat tersebut, lima personel Damkarmat diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung cukup menantang mengingat kedalaman kolam mencapai delapan meter. Petugas harus menggunakan peralatan tali temali khusus dan teknik pengangkatan vertikal.
“Alhamdulillah, prosesnya lancar sekitar setengah jam. Kendala utama memang kedalaman kolam, tapi akhirnya motor bisa naik ke darat,” tambah Syamsullah.
Warga setempat, Suyono (42), mengaku sempat heran melihat gerak-gerik para pemuda tersebut yang mondar-mandir di kolam selama dua hari.
“Saya baru tahu ternyata motornya jatuh. Kasihan juga, untung akhirnya lapor Damkar. Jalan di sini memang rawan karena konturnya naik turun,” pungkasnya.






