Mudik Lebaran 2026, KAI Daop 9 Jember Siagakan 109 Kereta dan 11 Lokomotif

Jember, HeadlineJatim.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026. Sebanyak 11 lokomotif dan 109 armada kereta telah dipastikan dalam kondisi prima dan laik operasi untuk melayani penumpang di wilayah ujung timur Pulau Jawa.

​Masa angkutan Lebaran 2026 dijadwalkan berlangsung selama 21 hari, mulai 11 hingga 31 Maret 2026. KAI Daop 9 berkomitmen menjamin perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pemudik.

Read More

Standar Perawatan Ketat dan Ramp Check

​Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa seluruh sarana telah melewati serangkaian pengujian teknis yang ketat. Perawatan dilakukan dengan dua skema utama:

  • Preventive Maintenance: Perawatan terjadwal mulai dari pemeriksaan harian hingga bulanan di Depo Lokomotif.
  • Corrective Maintenance: Perbaikan tidak terjadwal untuk menangani kendala teknis secara cepat.

​”Pemeriksaan mencakup seluruh aspek vital, mulai dari sistem diesel, elektrik, mekanik, hingga sistem pengereman. Kami juga telah menyelesaikan ramp check bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya dengan hasil laik operasi,” jelas Cahyo di Stasiun Jember, Rabu (4/3/2026).

Antisipasi Gangguan dan Penyiapan Armada Cadangan

​Untuk menjaga kelancaran lalu lintas kereta api, Daop 9 Jember tidak hanya mengandalkan armada operasional. Manajemen telah menyiagakan unit cadangan di titik-titik strategis:

  1. Satu Unit Lokomotif Cadangan disiagakan di Depo Jember.
  2. Satu Kereta Eksekutif (K1) dan Kereta Pembangkit disiagakan di Depo Ketapang, Banyuwangi.

​Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan di lintasan serta memastikan jadwal keberangkatan tetap stabil meski terjadi lonjakan penumpang.

Tambahan Perjalanan: KA Mutiara Timur

​Guna mengakomodasi tingginya minat masyarakat pada arus mudik 2026, KAI Daop 9 juga mengoperasikan KA Mutiara Timur Tambahan dengan relasi Ketapang (Banyuwangi) – Surabaya.

​”Fokus kami adalah keselamatan. Pengawasan ketat dilakukan terhadap No Go Item dan alat keselamatan di setiap rangkaian. Kami optimistis layanan Angkutan Lebaran tahun ini akan berjalan sukses,” pungkas Cahyo.

Related posts