Banyuwangi, Headlinejatim.com– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi memastikan alat Early Warning System (EWS) di sejumlah titik rawan bencana dalam kondisi siap pakai. Pengecekan dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi perubahan iklim dan potensi cuaca ekstrem.
Agen Informasi Bencana BPBD Banyuwangi, Ismanto, mengatakan pihaknya baru saja turun langsung memeriksa EWS longsor di wilayah Sumberjati, Kandangan, serta perangkat EWS di kawasan Pantai Rajekwesi.
“Habis cek alat EWS longsor di Sumberjati Kandangan sama di Pantai Rajekwesi, mas,” ujar Ismanto saat dikonfirmasi, Rabu (04/3/2026).
Ia memastikan, dari hasil pemeriksaan sementara, alat masih berfungsi normal dan sensor dalam kondisi aktif.
“Alhamdulillah masih berfungsi dengan baik. Kita cek sensornya, panelnya, sampai sumber dayanya, semua aman,” tambahnya.
Tak hanya di Banyuwangi, langkah serupa juga dilakukan secara menyeluruh oleh Tim Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jawa Timur. Pemeriksaan alat EWS dilakukan di kabupaten dan kota se-Jatim, khususnya di wilayah yang terindikasi memiliki potensi ancaman bencana.
Dalam menghadapi perubahan iklim dengan situasi cuaca yang kian ekstrem, tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap alat-alat EWS yang tersebar di berbagai daerah.
“Tim Bidang PK BPBD Jatim juga melakukan pemeriksaan alat EWS se-provinsi Jawa Timur, terutama di wilayah kabupaten dan kota yang terindikasi terancam bencana,” jelas Ismanto.
Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan sistem peringatan dini benar-benar siap bekerja ketika terjadi peningkatan curah hujan, potensi longsor, maupun ancaman di wilayah pesisir.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat. Warga di kawasan lereng perbukitan maupun pesisir diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda alam mencurigakan.
Dengan monitoring rutin dan koordinasi lintas daerah, BPBD berharap risiko dampak bencana dapat ditekan sedini mungkin di tengah dinamika cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.






