Ilustrasi oleh tim grafis
London, Headlinejatim.com – Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadi pemain utama di indususovereign wealth fund nasional, dan Arm Limited, perusahaan semikonduktor yang menguasai sebagian besar pasar global desain chip, di London, Inggris.
Kesepakatan ini menegaskan transformasi Indonesia dari sekadar konsumen teknologi menjadi pencipta inovasi, terutama dalam bidang desain chip yang menjadi inti rantai nilai semikonduktor modern.
Menguasai Desain Chip, Kunci Kedaulatan Teknologi
Arm Limited dikenal menguasai 96% pasar chip otomotif global dan 94% desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan (AI). Melalui kerja sama ini, Indonesia berencana membangun ekosistem desain chip lokal yang mencakup enam sektor strategis:
- Otomotif pintar
- Internet of Things (IoT)
- Pusat data (data center)
- Peralatan rumah tangga pintar
- Kendaraan otonom
- Komputasi kuantum
Langkah ini menjadi fondasi bagi Indonesia untuk tidak hanya mengimpor teknologi, tetapi mengembangkan kapasitas inovasi sendiri dan bersaing di pasar global.
Program Pelatihan 15 000 Insinyur
Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pelatihan 15 000 insinyur Indonesia dalam desain chip tingkat lanjut. Program ini mencakup:
Pengiriman insinyur Indonesia ke luar negeri untuk belajar langsung dalam ekosistem Arm.
Kedatangan instruktur Arm ke Indonesia untuk pelatihan intensif.
Penekanan pada penguasaan teknologi strategis dan kemampuan inovasi.
Program ini dirancang untuk membangun kapabilitas SDM lokal secara massif, memastikan Indonesia memiliki tenaga ahli yang mampu mendesain chip dan teknologi semikonduktor dari hulu hingga hilir.
Dengan program ini, Indonesia diharapkan dapat:
- Mengurangi ketergantungan impor chip, yang selama ini masih tinggi.
- Memperkuat ekosistem industri digital domestik, termasuk di bidang AI, IoT, dan otomotif pintar.
- Meningkatkan kapasitas inovasi lokal, sehingga Indonesia mampu bersaing di pasar teknologi tinggi global.
Langkah ini juga mendukung tujuan jangka panjang pemerintah untuk membangun kedaulatan teknologi nasional, di mana inovasi strategis dikuasai oleh tenaga kerja lokal dan hak kekayaan intelektual tetap berada di Indonesia.
Program pelatihan 15 000 insinyur ini juga merupakan strategi loncatan teknologi (leapfrog strategy). Indonesia tidak mengikuti proses pengembangan teknologi secara bertahap, tetapi langsung membangun kapasitas di level high-end, dari desain hingga produksi chip. Strategi ini memungkinkan Indonesia mengejar ketertinggalan secara cepat dan masuk ke rantai nilai semikonduktor global sebagai negara pencipta inovasi.
Selain meningkatkan kapasitas industri, kerja sama ini juga membuka peluang bagi start-up teknologi lokal, perusahaan manufaktur chip, dan pusat penelitian desain semikonduktor. Semua ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan lapangan kerja berkualitas bagi tenaga ahli Indonesia.
Langkah Indonesia di Mata Global
Kerja sama ini menempatkan Indonesia di jalur strategis dalam ekosistem semikonduktor global. Dengan menguasai desain chip, Indonesia bukan hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memiliki potensi menjadi kontributor global dalam inovasi teknologi tinggi.
Melalui kemitraan dengan Arm Limited, Indonesia memperkuat posisi sebagai negara yang mampu menciptakan dan mengembangkan teknologi strategis, bukan sekadar pengguna teknologi asing. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan Target 15 000 insinyur ini adalah fondasi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara pencipta teknologi strategis. “Jadi, kita bukan hanya jadi pangsa pasar atau berlaku sebagai konsumen saja, serta hanya berperan sebagai pengguna teknologi asing.” Pungkas Airlangga.
Sumber Data Terverifikasi
Danantara, Arm Limited sign agreement to bolster chip industry — ANTARA News (link)
Indonesia targets 15,000 engineers to master chip design technology — ANTARA News (link)
Presiden Prabowo saksikan kerja sam Deea Danantara–Arm — Setkab.go.id (link)






