PONOROGO, headlinejatim.com – Menyambut momentum Hari Pelanggan Nasional (HPN), PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ponorogo terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan mempercepat penyambungan listrik bagi sektor pertanian. Penyalaan listrik tersebut dilaksanakan di Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, pada Kamis (13/8).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang berkolaborasi bersama PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Timur bertajuk Pertanian Berkelanjutan dan Inovatif melalui Sistem Irigasi dengan Energi Listrik Andal dan Ramah Lingkungan (SINAR). Penyalaan dilakukan untuk dua pelanggan dengan daya masing-masing sebesar 16.500 Volt Ampere (VA). Pasokan listrik tersebut dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi sistem irigasi pertanian agar pengelolaan air dapat dilakukan secara lebih andal, efisien, dan ramah lingkungan.
Program SINAR menjadi wujud komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat listrik yang tidak hanya mendukung kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian. Penyalaan listrik tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen PLN UP3 Ponorogo, PLN UP2B Jawa Timur, serta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo.
Manager PLN UP3 Ponorogo, Indradi Pratama, mengatakan percepatan penyambungan listrik tersebut merupakan bentuk nyata peningkatan pelayanan PLN kepada pelanggan sekaligus dukungan terhadap pertumbuhan sektor pertanian di Kabupaten Ponorogo.
“PLN terus berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal untuk menunjang sektor pertanian. Melalui penyambungan listrik di dua titik ini, kami berharap sistem irigasi dapat beroperasi secara optimal sehingga memberikan manfaat bagi para petani dalam mendukung sektor pertanian yang berkelanjutan di wilayah Ponorogo,” ujar Indradi.
Program SINAR turut mendapat apresiasi dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo. Perwakilan dinas, Riska Nugraheni, menyampaikan bahwa ketersediaan energi listrik untuk sistem irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian.
“Kami mengapresiasi dukungan PLN melalui Program SINAR. Dengan tersedianya sistem irigasi berbasis energi listrik, diharapkan pengelolaan air dapat menjadi lebih optimal sehingga dapat membantu petani menjaga produktivitas lahan,” ujar Riska.
Pemanfaatan energi listrik melalui Program SINAR diproyeksikan mampu menghemat biaya operasional hingga 65 persen dibandingkan dengan penggunaan pompa diesel konvensional. Melalui SINAR, PLN hadir bukan sekadar menyalakan lampu, tetapi menyalakan harapan, membantu petani beralih dari energi mahal menuju energi bersih.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan elektrifikasi pertanian merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan solusi energi yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bagi PLN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan solusi kelistrikan sesuai kebutuhan pelanggan. Melalui penyambungan listrik ini, kami berharap produktivitas pertanian dapat meningkat, biaya operasional petani menjadi lebih efisien, serta kesejahteraan masyarakat ikut terdorong,” pungkas Eric.






