Masuk Bursa Ketum PBNU, Prof. M. Nuh Enggan Komentar dan Pilih Soroti 3 Kebutuhan Warga NU

JEMBER , Headlinejatim.com – Nama Rais Syuriyah PBNU periode 2022-2027, Prof Mohammad Nuh, mencuat sebagai salah satu bakal calon Ketua Umum PBNU jelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.

Rekam jejaknya yang solid di kancah nasional dan internasional dinilai menjadikannya sosok yang sangat layak memimpin PBNU.

Namun, saat dikonfirmasi di sela-sela acara penandatanganan MoU antara Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di Jember, Selasa (19/5/2026).

Mantan Menteri Pendidikan Nasional ini memilih enggan berkomentar banyak.

“Saya tidak ada komentar bab itu ya. Ini sekali lagi, ini forumnya adalah forum kepramukaan. Untuk urusan itu (bukan saat ini),” ujar Prof. Nuh saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Jember.

Dibanding membahas tensi politik muktamar, Prof. Nuh justru menyoroti tantangan masa depan warga Nahdliyin.

Menurutnya, Berdasarkan data survei dari lembaga penelitian seperti Alvara dan Litbang Kompas, ia menyebut ada tiga kebutuhan krusial warga NU di luar layanan keagamaan.

“Pendidikan, menjadi prioritas paling utama bagi generasi muda NU Gen Z dan Gen Alpha. Kesehatan, menjadi kebutuhan paling mendasar bagi kelompok usia senior Gen X dan Baby Boomers. Ekonomi, menjadi motor penggerak dan jembatan bagi seluruh lapisan usia. Tergantung usianya berapa yang disensus tadi, yang disurvei itu,” ulasnya.

Penekanan pada tiga sektor ini, menurutnya, sangat relevan dengan komitmen NU memasuki abad keduanya. NU saat ini memang tengah melakukan pemberdayaan ekonomi umat melalui UMKM berbasis pesantren, peningkatan akreditasi perguruan tinggi NU (LPTNU), serta perluasan jaringan Rumah Sakit Islam (RSI) di berbagai daerah untuk menyasar masyarakat akar rumput.

Lebih lanjut kata Mantan Rektor ITS ini, kehadirannya di Jember dalam agenda Pramuka dan Unusa, diakui sebagai langkah nyata untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Menurutnya, Pramuka dan NU memiliki frekuensi yang sama dalam membangun kualitas hidup masyarakat.

“Ketemu antara gerakan Pramuka dengan NU itu punya misi yang sama, yaitu ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya melalui pendidikan, melalui kesehatan, dan melalui ekonomi,” tuturnya.

Ia menegaskan, jika urusan dakwah keagamaan bagi NU sudah bersifat mutlak, maka pengabdian pada tiga sektor riil tersebut harus bergerak jauh lebih progresif ke depan.

Related posts