Diduga Terpeleset Saat Menimba, Seorang Perempuan di Jember Ditemukan Tewas Tercebur Sumur

Kondisi korban sesaat setelah di evakuasi.

JEMBER, HeadlineJatim.com- Seorang perempuan bernama Siti Maisaroh (33), warga Dusun Jadugan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia setelah tercebur ke dalam sumur sedalam 10 meter di rumahnya sendiri pada Jumat (3/4/2026) malam. Peristiwa tragis ini terjadi, diduga saat korban menimba air.

Read More

Kapolsek Puger Iptu Edy Purwanto mengungkapkan, kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 19.30 WIB setelah keluarga korban mencarinya.

Sebelumnya, sekitar pukul 18.00 WIB, ayah korban, Bunarto (60), masih sempat melihat putrinya berada di rumah sebelum ia pergi menghadiri acara tahlil di rumah tetangganya.

“Setelah pulang dari tahlil, ayah korban tidak menemukan korban di dalam rumah. Kemudian bersama warga melakukan pencarian hingga akhirnya diketahui korban berada di dalam sumur,” ujar Edy saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Sabtu (4/4/2026).

Penemuan korban di dalam sumur sontak membuat warga sekitar bergegas melapor ke pihak kepolisian. Petugas Polsek Puger yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama warga.

Proses evakuasi korban berlangsung cukup sulit, mengingat kedalaman sumur mencapai sekitar 10 meter dengan diameter hanya sekitar 1 meter. Petugas bersama warga harus berhati-hati saat mengangkat tubuh korban dari dalam sumur sempit tersebut.

“Evakuasi dilakukan bersama warga dengan penuh kehati-hatian karena kondisi sumur yang cukup dalam dan sempit,” jelasnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian diperiksa oleh petugas tenaga kesehatan dari Puskesmas Puger. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Polisi menduga kuat peristiwa tersebut merupakan kecelakaan.

“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Dugaan sementara korban terpeleset saat menimba air, terlebih korban juga memiliki riwayat penyakit epilepsi,” tambah mantan Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember itu.

Pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah membuat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi. “Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Related posts