Begini Penerapan Antisipasi Perundungan Selama MATAMUDA di MAN Surabaya

SURABAYA, headlinejatim.com — Isu perundungan dan senioritas yang kerap membayangi masa orientasi siswa baru menjadi perhatian serius MAN Kota Surabaya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak madrasah menerapkan pengawasan ketat dengan melibatkan kolaborasi aktif antara guru dan pengurus OSIS selama kegiatan MATAMUDA.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya memiliki cara apik dan edukatif untuk menyambut para siswa baru. Berbeda dengan sekolah umum yang menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), madrasah ini menggelar Masa Ta’aruf Murid Madrasah yang dikenal dengan istilah MATAMUDA.

Read More

Acara yang berlangsung selama lima hari dari Senin hingga Jumat ini dikemas dengan pendekatan yang humanis, bersahabat, serta sepenuhnya bebas dari aksi perundungan (bullying) maupun perpeloncoan.

Muhammad Suwar,, Wakil Kepala Sekolah (Waka) Kesiswaan MAN Kota Surabaya menyebutan, pelaksanaan MATAMUDA tahun ini mengacu pada Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Tema utama yang diusung adalah menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan menyenangkan bagi siswa.

“dalambkegiatab ini anak-anak bisa mengenal lingkungan madrasahnya dengan penuh rasa gembira, serta merasakan lingkungan yang sehat dan aman,” ucap Suwar saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Para siswa baru selama lima hati dibekali dengan berbagai materi esensial yang melibatkan kolaborasi dengan berbagai instansi luar, di antaranya: Moderasi Beragama untuk memperkuat nilai-nilai toleransi. Kesehatan Lingkungan dan Diri yang dibawakan oleh pihak Puskesmas setempat.Penyuluhan Bahaya Narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya. Serta Kedisiplinan Lalu Lintas dan Antisipasi Kenakalan Remaja yang dipaparkan langsung oleh Polsek Rungkut.

Isu perundungan dan senioritas yang kerap membayangi masa orientasi siswa baru menjadi perhatian serius pihak MAN Kota Surabaya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak madrasah menerapkan pengawasan ketat dengan melibatkan kolaborasi aktif antara guru dan pengurus OSIS.

Menuruy Suwar, seluruh panitia telah berkomitmen untuk meniadakan segala bentuk pemaksaan fisik maupun tekanan mental. Pendekatan yang digunakan murni edukatif dan mengedepankan kasih sayang.

“pendekatan kami lebih edukatif dan penuh cinta. Seperti kurikulum terbaru kami, yaitu kurikulum berbasis cinta,” pungkasnya.

Selain menerima sosialisasi, para siswa baru juga diajak untuk membangun kebiasaan ibadah harian seperti salat berjemaah, membaca Al-Qur’an, hingga mengikuti ajang unjuk talenta untuk menggali potensi non-akademik mereka sejak dini. Melalui MATAMUDA ini, pihak sekolah berharap para siswa baru dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan, teman, dan suasana belajar yang baru tanpa rasa cemas. (Mos)

Related posts