SURABAYA, Headlinejatim.com – Membantu ketersediaan stok darah, karyawan Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya dan masyarakat umum mengikuti aksi peduli donor darah di rumah sakit milik Nahdlatul Ulama tersebut. Diharapkan, dengan aksi peduli ini ketersediaan kantong darah di PMI kota Surabaya tetap aman.
Meski ketersediaan stok darah di PMI Kota Surabaya relatif aman, namun gerakan sosial peduli donor darah masih terus berlanjut. Salah satunya dilakukan oleh para karyawan RSI Jemursari dan masyarakat umum di Kota Pahlawan pada Sabtu (27/06/2026). Mereka ikut sumbangsih mendonorkan darahnya dengan antusias dan ikhlas. Setetes darah mereka bisa jadi sangat bermanfaat bagi masyarakat yang sedang membutuhkan.
Nurman Hermawan, Kepala Bagian Pengembangan Biisnis RSI Surabaya Jemursari menyebutkan, kegiatan donor darah ini adalah kerjasama pihaknya dengan PMI Surabaya. Donor darah ini rutin dilakukan dalam setahun dua kali.
“Jadi, tujuannya adalah kita ini untuk membantu PMI dalam penyediaan stok darah yang memang dibutuhkan. Alhamdulillah para karyawan disini cukup antusias mengikuti donor darah. Karena itu, kami memfasilitasi giat donor darah di rumah sakit ini, ” ungkap Nurman.
“Memang, dengan donor darah itu juga mungkin rasanya menjadi lebih sehat. Jadi mereka banyak yang selalu rutin mendonorkan darahnyam.
Kalau ada agenda (donor) yang kita share di medsos itu, teman- teman selalu rutin mengunjungi rumah sakit untuk melakukan donor darah,” imbuhnya.
Harapan Nurman, nanti ke depan kerjasama ini bisa seterusnya berlangsung, dengan sinergi antara PMI dan Rumah Sakit Surabaya Jemursari. Sehingga untuk komunitas yang ada di lingkungan rumah sakit yang ingin donor darah terus ada dan terjaga dengan baik. Untuk kali ini dia menargetkan 100 orang yang me gikuti donor darah
“Dengan donor darah ini banyak para pendonor yang merasakan manfaatnya selain jadi lebih fresh. Jadi memang mereka sebelum donor juga menyiapkan diri , harus makan sarapan, menjalani pemeriksaan kesehatan dan sebagainya. Jadi pola hidup ini yang nanti akan kita jadikan edukasi, ” jelas Nurman.
Sementara itu, Nuzul Priharoyanto, seorang pendonor mengatakan, dirinya sudah puluhan kali mengikuti kegiatan sosial donor darah. Termasuk yang digelar di rumah sakit milik Nahdlatul Ulama ini, dia cukup senang mengikutinya.
“Awalnya memang agak nderedek (takut) ikut donir darah. Karena memang di tiap donor kan dengan jarum ya, tapi setelah donor rutin semuanya santai-santai aja. Alhamdulillah, sekarang gak ndredek lagi, ” ungkapnya.
Dia berharap, dengan donor darah ini secara sosial kita dapat membantu masyarakat yang tengah membutuhkan darah.
Kalau dipikir manfaatnya cukup besar. Kalau kita bisa nyumbangkan satu kantong darah bisa menyelamatkan beberapa nyawa, kenapa enggak gitu loh. Toh, juga donor darah itu cara daftarnya juga mudah dengan registrasi enggak sampai 30 menit sudah bisa masuk ke ruang untuk diambil darahnya, ‘ pungkasnya. (pujangga timur)






