Polda Jatim Sebar 15 Ribu Kitab Suci ke Rumah Ibadah di Banyuwangi, Libatkan 217 Bhabinkamtibmas

BANYUWANGI, HeadlineJatim.com– Polda Jawa Timur membagikan sebanyak 15.000 kitab suci dari lima agama kepada ribuan rumah ibadah di Kabupaten Banyuwangi. Pendistribusian dilakukan melalui 217 personel Bhabinkamtibmas yang bertugas di berbagai desa dan kelurahan.

Pelepasan ratusan personel tersebut dipimpin langsung Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto di halaman Mapolresta Banyuwangi, Senin (15/6/2026). Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai toleransi dan kehidupan beragama di tengah masyarakat.

Read More

Irjen Nanang mengatakan, peran Bhabinkamtibmas tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi jembatan dalam membangun kedekatan sosial dan spiritual dengan warga.

“Para Bhabinkamtibmas ini memiliki tugas yang luar biasa. Mereka hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga kamtibmas, tetapi juga membawa pesan-pesan kebajikan dan nilai religius yang menyejukkan,” ujar Nanang.

Menurutnya, kitab suci yang dibagikan berasal dari lima agama yang diakui negara, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Melalui program tersebut, Polri ingin menunjukkan komitmen dalam merawat keberagaman dan memperkuat harmoni antarumat beragama.

Nanang menegaskan, keberhasilan menjaga keamanan tidak bisa dilakukan aparat kepolisian seorang diri. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan pengurus rumah ibadah.

“Kami ingin mengingatkan bahwa setiap tugas yang dijalankan harus dilandasi nilai ketuhanan. Dengan hati yang tertata, anggota Polri akan mampu menyampaikan pesan damai kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun keyakinan,” katanya.

Ia menyebut program pembagian kitab suci lintas agama tersebut menjadi salah satu kegiatan yang pertama kali digagas di lingkungan Polda Jawa Timur dan dimulai dari Banyuwangi.

“Polri adalah bagian dari masyarakat. Karena itu kami berharap masyarakat juga menjadikan Polri sebagai keluarga yang selalu hadir di tengah mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan yang menjadi penggagas kegiatan tersebut menjelaskan, jumlah 15 ribu kitab suci yang dibagikan tidak memiliki makna simbolis tertentu. Fokus utama program ini adalah memperkuat kolaborasi antara kepolisian dengan masyarakat di tingkat akar rumput.

“Tidak ada filosofi khusus dari angka 15 ribu. Yang terpenting adalah semangat membangun sinergi dan kedekatan dengan masyarakat, terlebih jumlah personel Bhabinkamtibmas yang kami miliki masih terbatas dibanding luas wilayah Banyuwangi,” terang Rofiq.

Untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, Polresta Banyuwangi juga telah membentuk 43 personel Pemolisian Masyarakat (Polmas) yang tersebar di sejumlah desa.

Menurut Rofiq, keberadaan Polmas menjadi wujud keterlibatan masyarakat dalam menciptakan keamanan lingkungan secara mandiri.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi. Masyarakat juga bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri, keluarganya, maupun lingkungannya. Misalnya ketika ada tetangga bepergian dan menitipkan rumah kepada warga sekitar, itu sudah menjadi bentuk kepedulian sosial yang sangat positif,” jelasnya.

Rofiq berharap program yang lahir dari Banyuwangi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Timur. Ia juga mengajak masyarakat melihat kegiatan ini sebagai bentuk ikhtiar memperkuat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

Related posts