Volvo dan Quiet Luxury, Simbol Elite yang Tak Lagi Perlu Pamer

SURABAYA, Headlinejatim.com Di tengah budaya flexing digital yang semakin agresif di media sosial, narasi mengenai kemewahan perlahan mengalami pergeseran. Jika sebelumnya simbol status identik dengan logo besar, kendaraan eksotis, dan kemewahan yang mencolok, kini muncul kecenderungan baru yang dikenal sebagai quiet luxury — gaya hidup premium yang tampil lebih tenang, minimalis, dan tidak terlalu berteriak menunjukkan status sosial.

Fenomena itu kembali relevan dibahas setelah oto.detik.com menerbitkan berita berjudul “Harga Mobil Volvo di RI Tembus Miliaran, Siapa Konsumennya?” pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 12.40 WIB. Berita yang ditulis jurnalis Luthfi Anshori tersebut membahas peluncuran Volvo EX90, SUV listrik premium yang dipasarkan sekitar Rp 2,55 miliar di Indonesia.

Dalam laporan itu, Product Planning Volvo Car Indonesia, Ilham Suryo Aldianto, menyebut Volvo memiliki target pasar tersendiri dan bermain pada segmen premium European brand. Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran Volvo EX90 di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Ilham juga menjelaskan bahwa strategi harga Volvo telah disusun sejak beberapa tahun sebelumnya sehingga fluktuasi nilai tukar rupiah saat ini belum menjadi faktor utama yang mengubah positioning Volvo di pasar kendaraan premium Indonesia.

Narasi tersebut kemudian berkembang menjadi pembacaan lebih luas mengenai identitas Volvo di ruang digital modern. Volvo tidak hanya dibaca sebagai kendaraan premium, tetapi juga sebagai simbol: ketenangan, keamanan, Scandinavian luxury, dan kemewahan yang tidak terlalu membutuhkan validasi visual berlebihan.

Dari Mobil Pejabat ke SUV Elektrifikasi Premium

Secara historis, Volvo Cars memiliki jejak panjang di Indonesia. Media historia.id⁠ dalam artikel “Kekuatan Volvo di Indonesia” yang dipublikasikan pada 16 September 2020 menjelaskan bahwa Volvo telah hadir di Indonesia sejak era 1970-an.

Artikel tersebut menuliskan distribusi Volvo pernah berkaitan dengan: PT Central Sole Agency milik Salim Group, serta perusahaan perakitan PT Indo-Swedish Motor Assembly Corporation (ISMAC). Pada masa Orde Baru, Volvo juga dikenal sebagai kendaraan yang digunakan sejumlah pejabat dan elite birokrasi.

Narasi serupa muncul dalam artikel inews.id⁠ berjudul “Sejarah Volvo, Dikenal di Indonesia sebagai Mobil Pejabat Era 1980-an” yang dipublikasikan pada Selasa, 29 Juni 2021 pukul 13.13 WIB. Artikel itu menyoroti bagaimana Volvo pernah identik dengan kendaraan pejabat dan kelompok mapan pada era 1980–1990-an.

Kini citra tersebut mengalami transformasi. Volvo tidak lagi hanya diposisikan sebagai kendaraan formal elite birokrasi, tetapi juga bagian dari: tren elektrifikasi otomotif, SUV premium keluarga, desain minimalis Skandinavia, serta kendaraan dengan orientasi keselamatan tinggi.

Strategi Branding Volvo di Era Digital

Pernyataan lain muncul dari Chief Strategy Officer Volvo Car Indonesia, Koji Horii. Dalam berita antaranews.com⁠ berita berjudul “Ramai masuk segmen premium China, Volvo yakin tetap tangguh di pasar” yang dipublikasikan pada 17 April 2025, Koji Horii menyatakan Volvo memiliki identitas dan pesan yang jelas kepada pelanggan di tengah persaingan kendaraan premium global.

ANTARA juga memberitakan peluncuran generasi terbaru Volvo XC90 Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pada 17 April 2025. Dalam laporan itu disebutkan Volvo tetap mempertahankan karakter: desain Skandinavia, teknologi keselamatan, dan identitas SUV premium keluarga. Strategi branding tersebut terlihat dalam aktivitas akun resmi Instagram @volvocarsid.

Berdasarkan dokumentasi digital terbuka, akun tersebut menampilkan berbagai aktivitas seperti: EX90 Launch, TestDriveDay, WellnessDay, hingga PrivateDining.

Akun itu juga menggunakan identitas:

“Official Instagram Account of Volvo Car Indonesia.”

Konten yang ditampilkan lebih banyak membangun citra: ketenangan berkendara, pengalaman premium, desain elegan, dan lifestyle modern yang tidak terlalu agresif.

Quiet Luxury dan Ruang Digital Global

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah quiet luxury berkembang luas di ruang media sosial global seperti; Tiktok.com⁠, Instagram.com⁠, dan youtube.com⁠

Di TikTok, istilah seperti:

“quiet luxury,”

“old money aesthetic,”

dan “understated wealth”

kerap digunakan dalam konten gaya hidup premium yang tidak terlalu menonjolkan simbol kemewahan vulgar.

Sementara di Instagram, akun resmi @volvocarsid lebih banyak membangun narasi: Scandinavian luxury, calm experience, family safety, dan elegant mobility.

Di platform YouTube, terdapat sejumlah kanal otomotif nasional yang menjadi rujukan monitoring ruang digital, antara lain Kanal YouTube @AutonetMagz dan @Otodriver

Berdasarkan dokumentasi tangkapan layar digital terbuka yang dilampirkan, kanal AutonetMagz memiliki sekitar 1,48 juta subscriber, sedangkan Otodriver memiliki sekitar 1,5 juta subscriber. Keduanya dikenal sebagai kanal otomotif nasional yang rutin membahas: SUV premium, kendaraan listrik, teknologi keselamatan, kendaraan hybrid, serta perilaku pasar otomotif Indonesia.

Keberadaan kanal-kanal tersebut turut membentuk persepsi publik terhadap kendaraan premium modern melalui review, test drive, dan pembahasan teknologi elektrifikasi.

Quiet Luxury dalam Literatur Global dan Akademik

Konsep quiet luxury juga dibahas dalam majalah mode global vogue.com⁠. Artikel Vogue berjudul: “What Is Quiet Luxury? No Logos, No Flash, Just Subtle Chic” dipublikasikan pada 24 Juli 2023 dan ditulis oleh Laura Jackson.

Dalam tulisan itu, Vogue membahas bagaimana quiet luxury berkembang sebagai gaya hidup premium yang: tidak terlalu menonjolkan logo besar, lebih minimalis, elegan, dan subtil dalam menunjukkan status sosial.

Sementara itu, literatur akademik yang tersedia di pmc.ncbi.nlm.nih.gov⁠ membahas konsep: conspicuous luxury consumption, dan inconspicuous luxury consumption, yakni pola konsumsi barang mewah yang dilakukan secara mencolok maupun lebih subtil.

Salah satu publikasi akademik internasional yang tersedia di ruang digital terbuka tersebut dipublikasikan pada Februari 2022 dan membahas perilaku konsumsi simbolik serta status sosial dalam produk luxury.

Dalam konteks tersebut, Volvo dapat dibaca sebagai bagian dari perubahan simbol status modern dari kemewahan yang eksplosif, menuju kemewahan yang lebih tenang, aman, dan understated.

Namun demikian, pembacaan tersebut perlu dipahami sebagai analisis budaya konsumsi premium dan tren gaya hidup digital, bukan generalisasi mutlak terhadap seluruh pengguna Volvo di Indonesia.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kendaraan premium modern tidak selalu dibangun melalui simbol kemewahan yang keras dan agresif. Sebaliknya, sebagian merek kini tampil melalui citra tenang, aman, elegan, dan tidak terlalu membutuhkan validasi visual berlebihan.

Dalam konteks itu, Volvo tidak hanya diposisikan sebagai kendaraan premium, tetapi juga bagian dari perubahan cara sebagian kelompok urban memandang status sosial, gaya hidup, dan identitas modern di era digital.

Daftar Sumber Data dan Referensi Penunjang

1. Oto.detik.com⁠, – Judul: “Harga Mobil Volvo di RI Tembus Miliaran, Siapa Konsumennya?” Penulis: Luthfi Anshori, Waktu Publikasi: Rabu, 20 Mei 2026 pukul 12.40 WIB.

2. 20.detik.com⁠, – Judul: “Volvo EX90: SUV Listrik Premium Seharga Rp 2,5 Miliar!”, Waktu Publikasi: 20 Mei 2026.

3. Antaranews.com⁠, – Judul: “Ramai masuk segmen premium China, Volvo yakin tetap tangguh di pasar”, Waktu Publikasi: 17 April 2025. Keterangan: Memuat pernyataan Chief Strategy Officer Volvo Car Indonesia, Koji Horii.

4. Antaranews.com⁠, – Judul: “Volvo luncurkan generasi terbaru dari SUV PHEV andalannya XC90”, Waktu Publikasi: 17 April 2025.

5. Historia.id⁠, – Judul: “Kekuatan Volvo di Indonesia”, Waktu Publikasi: 16 September 2020. Keterangan: Membahas sejarah Volvo di Indonesia sejak era 1970-an dan keterkaitan dengan ISMAC.

6. Inews.id⁠, – Judul: “Sejarah Volvo, Dikenal di Indonesia sebagai Mobil Pejabat Era 1980-an”, Waktu Publikasi: Selasa, 29 Juni 2021 pukul 13.13 WIB.

7. Oto.com⁠, – Judul: “Volvo EX90 Resmi Masuk Indonesia, SUV Listrik Flagship dengan Jarak Tempuh 600 Km”, Waktu Publikasi: Mei 2026.

8. Instagram.com⁠, @Volvocarsid -Keterangan: Akun resmi Instagram Volvo Car Indonesia dengan dokumentasi EX90 Launch, TestDriveDay, WellnessDay, dan PrivateDining.

9. Youtube.com⁠, @AutonetMagz, – Kanal otomotif nasional dengan sekitar 1,48 juta subscriber yang membahas SUV premium, kendaraan listrik, dan teknologi keselamatan.

10. youtube.com⁠, @Otodriver, – Kanal otomotif nasional dengan sekitar 1,5 juta subscriber yang membahas review kendaraan premium, elektrifikasi, dan perilaku pasar otomotif Indonesia.

11. Vogue.com⁠, – Judul: “What Is Quiet Luxury? No Logos, No Flash, Just Subtle Chic”, Penulis: Laura Jackson, Waktu Publikasi: 24 Juli 2023.

12. Pmc.ncbi.nlm.nih.gov⁠, – Literatur akademik internasional mengenai conspicuous luxury consumption dan inconspicuous luxury consumption. Waktu Publikasi: Februari 2022.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related posts