SURABAYA, headlinejatim.com — Kamar Dagang dan Industri (Kadin Jawa Timur menggelar kegiatan Kartini Day Celebration 2026 dengan mengusung tema “Empowering Women, Smart in Digital, Strong in Finance” di Surabaya, Selasa (28/4/2026). Acara ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran perempuan di era modern, yang ditandai dengan berbagai kegiatan inspiratif, salah satunya lomba fashion show berkebaya yang diikuti sekitar 39 peserta dari 13 komunitas perempuan.
Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, dalam sambutannya mengajak peserta untuk kembali memahami esensi perjuangan Raden Ajeng Kartini. Ia menekankan bahwa pemikiran Kartini menjadi fondasi penting bagi kemajuan perempuan saat ini.
“Saya coba mengingatkan kembali apa inti pesan yang disampaikan Raden Ajeng Kartini. Intinya adalah perempuan harus merdeka dalam berpikir, merdeka dalam belajar, dan merdeka dalam menentukan masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, gagasan besar Kartini yang tertuang dalam kumpulan surat yang dikenal luas melalui karya “Habis Gelap Terbitlah Terang” telah membuka jalan bagi perempuan untuk berkembang hingga saat ini.
“Kalau tidak ada pemikiran Kartini, mungkin kita tidak bisa sampai di titik ini. Itu yang harus terus kita ingat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Adik memaparkan tiga gagasan utama Kartini yang dinilai masih relevan hingga kini. Pertama adalah pendidikan sebagai jalan menuju kebebasan. “Kartini tidak melawan dengan konflik, tetapi melawan dengan cara berpikir. Pendidikan adalah kunci menuju kebebasan,” jelasnya.
Gagasan kedua adalah kesetaraan antara perempuan dan laki-laki, namun bukan dalam konteks persaingan atau dominasi. “Kesetaraan itu bukan berarti melawan laki-laki, bukan menggantikan, dan bukan untuk mengalahkan, tetapi untuk berjalan sejajar,” katanya.
Sementara gagasan ketiga adalah pentingnya berpikir maju tanpa meninggalkan akar budaya. “Kita harus kritis terhadap tradisi yang menghambat kemajuan, tetapi tetap menghargai nilai-nilai yang ada,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kadin Jawa Timur juga menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan perempuan melalui program peningkatan sumber daya manusia. Program ini dimulai sejak April 2026 dan akan berlangsung hingga akhir tahun.
“Kami menyiapkan pelatihan khusus untuk perempuan, termasuk penyandang disabilitas, yang akan masuk ke industri ritel. Tahun ini kami menyediakan sekitar 800 slot,” ungkap Adik.
Ia menyebut, saat ini program tersebut sudah berjalan dan ratusan peserta telah mengikuti pelatihan. “Saat ini sudah sekitar 200 perempuan yang mendapatkan pelatihan dan kami dorong langsung masuk ke industri,” ujarnya.
Ke depan, Kadin Jawa Timur menargetkan peningkatan jumlah peserta jika program ini berjalan optimal. “Kalau berjalan baik, tahun 2027 kami targetkan bisa mencapai 1.000 perempuan yang mendapatkan pelatihan,” tambahnya.
Adik menegaskan bahwa fokus pada pengembangan sumber daya manusia menjadi strategi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Kami percaya sumber daya manusia yang unggul bisa meningkatkan 60–70 persen pertumbuhan ekonomi. Begitu juga di perusahaan, kualitas SDM sangat menentukan maju atau tidaknya,” jelasnya.
Melalui berbagai program tersebut, Kadin Jawa Timur berharap dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja perempuan sekaligus memperkuat kontribusi mereka dalam perekonomian. “Peran kami adalah mendorong peningkatan kualitas SDM agar produktivitas meningkat dan daya saing Jawa Timur semakin kuat,” tukasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Perempuan Kadin Jawa Timur, Pinky Saptandari, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Kartini Day Celebration 2026 merupakan bagian dari upaya nyata dalam mendorong peran dan kemandirian perempuan di berbagai sektor.
Ia menyebut, kegiatan tersebut menjadi langkah awal dari program pemberdayaan perempuan yang diinisiasi Kadin Jawa Timur. “Seluruh kegiatan ini merupakan bagian dari bidang pemberdayaan perempuan sekaligus kegiatan perdana kami di Jawa Timur, khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ujarnya.
Mengusung tema “Kartini Masa Kini: Cerdas Digital dan Tangguh Secara Finansial”, Pinky menilai kegiatan ini mencerminkan ketangguhan perempuan masa kini yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga mandiri dalam berbagai bidang.
“Apa yang kita saksikan hari ini adalah gambaran ketangguhan kaum perempuan, tidak saja secara finansial, tetapi juga memiliki otonomi dan kemandirian untuk berkarya, termasuk di bidang seni, kriya, dan fashion,” jelasnya.
Menurutnya, peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk merawat dan melanjutkan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mewujudkan kesetaraan. “Peringatan ini adalah momentum luar biasa untuk merawat jasa-jasa Ibu Kartini yang telah memperjuangkan kesetaraan, dan menjadi tugas kita bersama untuk melanjutkan cita-cita luhur beliau,” tegas Pinky.
Ia menekankan pentingnya membangun masyarakat yang inklusif dan emansipatif, yang menghargai keberagaman dalam berbagai aspek kehidupan. “Kita ingin mewujudkan masyarakat inklusi, masyarakat yang emansipatif, di mana ada keberagaman gender, agama, dan berbagai latar belakang yang semua mendapat ruang yang sama,” katanya.
Ia menegaskan bahwa prinsip inklusi menjadi landasan utama dalam setiap program yang dijalankan. “Kami memegang prinsip inklusi, di mana ada nilai keberagaman, kesetaraan, kemanfaatan, dan partisipasi bagi semua,” imbuhnya.
Pinky juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari jajaran Kadin Jawa Timur yang memungkinkan kegiatan tersebut terselenggara dengan baik. “Kami mengucapkan terima kasih atas support luar biasa dari Ketua Umum Kadin Jawa Timur dan seluruh jajaran, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana melalui kolaborasi yang kuat,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam pembangunan yang berkelanjutan. “Semua harus terwadahi dalam pembangunan, tidak terkecuali perempuan. Sesuai dengan target pembangunan berkelanjutan, tidak boleh ada yang tertinggal,” tegasnya.
Menurutnya, kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak, termasuk penyandang disabilitas, harus menjadi bagian yang mendapatkan manfaat dari pembangunan. “Perempuan dan adik-adik disabilitas adalah bagian dari masyarakat yang harus menikmati manfaat pembangunan secara adil,” pungkas Pinky./adv






