Jejak Legendaris Ucok AKA Musisi Eksentrik Surabaya, Era Duo Kribo Hingga Lagu Badai Bulan Desember

SURABAYA, HeadlineJatim.com – Membahas sejarah Ucok AKA Band berarti menelusuri akar musik rock paling ekstrem di Indonesia. AKA, singkatan dari Apotek Kaliasin, merupakan grup musik asal Surabaya yang didirikan pada 23 Mei 1967. Dipelopori oleh Ucok Harahap, band ini tidak hanya dikenal karena musik kerasnya, tetapi juga karena aksi panggung sang vokalis yang sangat eksentrik dan penuh kontroversi.

Profil dan Aksi Panggung Kontroversial Ucok Harahap

Read More

​Ucok Harahap, sebagai pendiri sekaligus frontman, adalah sosok yang mendobrak norma pertunjukan musik era 70-an. Nama AKA sendiri diambil dari apotek milik orang tua Ucok di Jalan Kaliasin (sekarang Jl. Basuki Rahmat), Surabaya.

​Dalam sejarah Ucok AKA Band, aksi teatrikal Ucok kerap dianggap gila. Merujuk artikel “Aksi Panggung Brutal Ucok Harahap yang Legendaris” (MusikPedia, 2022), Ucok sering membawa peti mati ke panggung, beradegan gantung diri, hingga meminum cairan merah menyerupai darah. Hal ini menjadikannya ikon shock rock pertama di Indonesia.

Diskografi dan Album AKA Band

​Selama berkarir, AKA Band tercatat sangat produktif dengan merilis sebanyak 9 album studio. Beberapa album yang monumental dalam sejarah Ucok AKA Band antara lain:

  • Do What You Like (1970)
  • Reflection (1971)
  • Crazy Joe (1972)
  • Sky Rider (1973)

Fenomena Lagu “Badai Bulan Desember”

​Di tengah gempuran musik hard rock, AKA memiliki lagu ballad yang sangat populer hingga kini, yakni “Badai Bulan Desember”. Lagu ini menjadi bukti kemandirian musikalitas mereka. Berdasarkan artikel “Bedah Lirik: Mengapa Badai Bulan Desember Jadi Lagu Rock Abadi?” (WartaMusikOnline, 2024), lagu ini dianggap sebagai mahakarya yang menyeimbangkan sisi liar Ucok dengan melodi yang puitis.

Era Duo Kribo bersama Ahmad Albar

​Memasuki tahun 1977, Ucok Harahap memperluas pengaruhnya dengan membentuk Duo Kribo bersama vokalis God Bless, Ahmad Albar. Kolaborasi ini menjadi fenomena nasional karena mempertemukan dua ikon rock berambut kribo yang saat itu sedang berada di puncak popularitas. Lewat Duo Kribo, Ucok semakin mengukuhkan namanya dalam sejarah musik tanah air dengan hits legendaris seperti “Neraka Jahanam”.

Kematian Sang Legenda

​Perjalanan panjang dalam sejarah Ucok AKA Band menemui titik akhir secara fisik ketika Ucok Harahap mengembuskan napas terakhirnya pada 27 Juni 2009. Mengutip berita online “Selamat Jalan Sang Eksentrik: Mengenang Ucok AKA” (Kompas.com, 2009), Ucok meninggal dunia di Surabaya akibat kanker paru-paru. Meskipun jasadnya telah tiada, pengaruh Ucok tetap abadi.

Warisan Musik Rock Surabaya

Hingga saat ini, AKA Band tetap dihormati sebagai pionir musik keras yang lahir dari rahim Kota Surabaya. Keberanian mereka dalam bereksperimen menjadikannya referensi utama bagi musisi rock lintas generasi.

Related posts