Sidoarjo, headlinejatim.com – Sabtu, 11 April 2026 menjadi hari bersejarah bagi Jawa Timur. Stadion Gelora Delta Sidoarjo resmi menjadi panggung pembuka ASEAN U17 Championship 2026, turnamen sepak bola internasional bergengsi yang mempertemukan generasi muda terbaik negara-negara Asia Tenggara. Dua pertandingan seru tersaji di hadapan ribuan penonton yang memadati tribun dimulai dari laga antara Australia melawan Brunei Darussalam, disusul duel Kamboja kontra Singapura.
Di balik kemeriahan tribun dan sorotan lampu stadion yang menerangi setiap sudut lapangan, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Timur membuktikan komitmennya sebagai penjaga keandalan listrik. Sepanjang berlangsungnya dua pertandingan perdana tersebut, tidak satu pun gangguan kelistrikan yang menghambat jalannya laga. Sistem distribusi tenaga listrik bekerja optimal dari menit pertama hingga peluit panjang berbunyi di akhir pertandingan kedua.
Keberhasilan pengawalan listrik pada hari perdana ini tidak lepas dari persiapan matang yang telah dilakukan jauh sebelumnya. PLN UP2D Jawa Timur telah menempatkan berbagai peralatan siaga di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, termasuk unit Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) Mobile yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian sistem kelistrikan secara real-time langsung dari lokasi.
Sejumlah unit Uninterruptible Power Supply (UPS) dengan kapasitas beragam, mulai dari 20 KVA, 30 KVA, 100 KVA, hingga 300 KVA, Genset dan UGB juga turut disiagakan di titik-titik kritis stadion. Perangkat-perangkat ini menjadi penyangga vital bagi sistem pencahayaan lapangan berstandar internasional, layar skor, infrastruktur siaran televisi, ruang media, serta perangkat teknologi pendukung pertandingan lainnya agar terus beroperasi tanpa jeda.
Keberhasilan pengawalan hari pertama tidak hanya ditopang oleh peralatan canggih, tetapi juga oleh dedikasi personel PLN UP2D yang berjaga tanpa henti di sepanjang laga. Assistant Manager Operasi Sistem Distribusi PLN UP2D Jawa Timur, Antoni Aldila, mengungkapkan gambaran nyata kondisi personel di lapangan selama dua pertandingan perdana berlangsung.
“Seluruh personel kami berdiri siaga di pos masing-masing sejak sebelum pertandingan pertama dimulai. Tidak ada yang absen, tidak ada yang lengah. Kami memantau kondisi sistem distribusi secara terus-menerus melalui SCADA Mobile, dan komunikasi antar tim berjalan sangat baik. Alhamdulillah, dua pertandingan perdana ini berjalan tanpa gangguan kelistrikan sama sekali. Ini hasil kerja keras tim yang sudah kami persiapkan dengan serius.”
Antoni menambahkan bahwa personel yang diterjunkan telah melalui briefing teknis dan simulasi penanganan gangguan sebelum hari-H. Setiap personel memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing, baik yang bertugas di gardu induk, di ruang kontrol SCADA Mobile, maupun yang siaga di titik-titik kritis di dalam stadion. “Kami memperlakukan setiap pertandingan seperti operasi besar. Tidak ada ruang untuk kelalaian,” tegasnya.
Sebagai turnamen yang disiarkan secara langsung, ASEAN U17 Championship 2026 menempatkan Indonesia dan khususnya Jawa Timur di bawah sorotan internasional. Keandalan listrik stadion bukan sekadar urusan teknis, melainkan cerminan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah yang profesional di mata dunia. Dalam konteks itulah peran PLN menjadi begitu krusial dan strategis.
Dengan kesuksesan mengawal dua pertandingan perdana di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, PLN UP2D Jawa Timur kini bersiap melanjutkan misi yang sama untuk seluruh rangkaian pertandingan berikutnya, termasuk yang akan berlangsung di Stadion Joko Samudro Gresik. Semangat dan kesiapan yang sama akan terus dijaga hingga turnamen memasuki babak final pada 24 April 2026.
PLN UP2D Jawa Timur membuktikan bahwa di balik setiap sorak sorai penonton dan setiap gol yang tercipta, ada barisan penjaga yang tak pernah terlihat namun tak pernah absen — memastikan cahaya tetap menyala, dan pertandingan terus berlangsung./adv






