Bullying Siswa SMA di Jember Viral, Warga Desak Polisi Usut Tuntas

Ilustrasi oleh tim grafis 

JEMBER, HeadlineJatim.com – Kasus dugaan perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswa kelas 1 SMA Ma’arif Jombang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, kini memasuki babak baru. Sebanyak 10 terduga pelaku dilaporkan telah diamankan oleh aparat kepolisian pada dini hari.

Read More

Peristiwa ini mendadak viral di media sosial setelah video rekaman aksi kekerasan tersebut tersebar luas. Akibatnya, gelombang desakan dari warga Kecamatan Kencong dan sekitarnya mengalir deras agar polisi mengusut tuntas kasus pengeroyokan lintas sekolah ini.

Seorang warga Kecamatan Kencong yang juga berprofesi sebagai guru, CT, mengungkapkan bahwa video tersebut awalnya tersebar di lingkungan sekolah dan masyarakat. Ironisnya, penyebar video diduga kuat adalah salah satu dari pelaku sendiri.

“Korban itu siswa kelas 1 SMA Ma’arif Jombang. Awalnya ramai setelah video kejadian itu tersebar. Informasinya, yang menyebarkan justru salah satu terduga pelaku,” ujar CT saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Jember, Kamis (2/4/2026).

Dari penelusuran sementara, pemicu insiden brutal ini ternyata bermula dari kesalahpahaman terkait rekaman pesan suara atau voice note (VN) yang dinilai tidak pantas.

Padahal, VN tersebut keluar dari ponsel milik korban yang saat itu sedang dipinjam oleh temannya, bukan dikirim langsung oleh korban. Namun, pesan suara itu telanjur menyebar dan menyulut emosi kelompok pelaku.

CT menambahkan, dari 10 terduga pelaku yang terlibat, mereka berasal dari jenjang sekolah yang berbeda-beda di wilayah Kecamatan Jombang dan Kencong, mulai dari tingkat SMP hingga SMA.

“Untuk pelaku memang bukan dari SMA tempat korban sekolah. Ada yang dari SMP dan SMA sekitar, bahkan ada yang masih satu yayasan, tapi beda jenjang,” tuturnya.

Meski sempat beredar isu liar bahwa kasus ini tidak akan diproses, pihak kepolisian bergerak cepat. Kanit Reskrim Polsek Jombang, Bripka Ahmad Makmur, memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan.

Menurut sumber di lapangan, para pelaku dijemput petugas sekitar pukul 01.00 WIB dan langsung dibawa ke Mapolsek Jombang untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Sementara itu, kondisi korban saat ini masih disembunyikan oleh sang ayah demi menjaga keamanan fisik dan memulihkan kondisi psikologisnya. Dukungan moril pun mulai mengalir deras dari para wali murid di Jember yang meminta keadilan bagi korban.

Di sisi lain, Dinas Sosial (Dinsos) Jember melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) memastikan pihaknya telah turun tangan. Kabid P3A Dinsos Jember, Sugeng Riyadi, menegaskan fokus utama lembaganya adalah memulihkan trauma korban serta memberikan pendampingan khusus bagi para pelaku yang masih di bawah umur.

“Untuk proses hukum tentu menjadi kewenangan kepolisian. Kami dari Dinsos fokus pada pendampingan, khususnya kondisi psikis korban,” tegas Sugeng.

Related posts