Surabaya, HeadlineJatim.com – Aktivitas di Terminal Purabaya Bungurasih, Surabaya, mulai memanas menjelang arus mudik Lebaran. Setiap hari, sekitar 45 ribu orang keluar-masuk terminal terbesar di Indonesia itu, menciptakan pergerakan manusia yang masif sekaligus tantangan besar dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kondisi tersebut menjadi sorotan langsung Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup, saat melakukan peninjauan ke terminal yang menjadi simpul transportasi darat utama di Jawa Timur tersebut.
Dalam keterangannya, Hanif secara terbuka menilai pengelolaan sampah di Terminal Bungurasih masih perlu banyak pembenahan, terutama menjelang lonjakan pemudik Lebaran.
“Ini terminal yang sangat besar, sehingga penanganannya tidak sederhana. Kami masih melihat banyak faktor yang harus diperbaiki, khususnya terkait kebersihan dan pengelolaan sampah,” ujarnya.
Menurut Hanif, terminal merupakan titik pertemuan ribuan orang dari berbagai daerah setiap hari, sehingga potensi timbulan sampah juga sangat besar. Apalagi, sebagian besar sampah berasal dari kemasan makanan dan minuman yang dibawa penumpang selama perjalanan.
Dengan mobilitas mencapai puluhan ribu orang per hari, pengelolaan sampah di terminal harus dilakukan dengan sistem yang lebih terencana dan presisi.
Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup akan menurunkan tim penegakan hukum lingkungan guna melakukan pemetaan dan pendataan detail terkait sistem pengelolaan sampah di terminal tersebut.
“Kami akan menugaskan tim penegakan hukum lingkungan untuk melakukan pemetaan secara detail. Setelah itu, pengelola terminal akan diberikan waktu sekitar lima bulan untuk melakukan pembenahan,” kata Hanif.
Pembenahan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penambahan tenaga kebersihan, penyediaan fasilitas tempat sampah yang memadai, hingga penataan tata cara pengelolaan sampah yang lebih disiplin.
Selain itu, pengelola terminal juga diminta memperketat aturan bagi seluruh pengguna terminal agar lebih tertib dalam membuang sampah.
“Kalau diperlukan, pengelola terminal dapat memberikan teguran kepada siapa pun yang tidak patuh terhadap aturan pengelolaan sampah,” tegasnya.
Meski memberikan catatan kritis terhadap kondisi terminal, Hanif mengapresiasi upaya pengelolaan sampah di Surabaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di tingkat nasional. Namun, menurutnya, fasilitas di simpul transportasi besar seperti terminal tetap harus diperkuat, terutama menjelang puncak arus mudik.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dalam beberapa hari ke depan, pemerintah berharap pengelolaan sampah di Terminal Bungurasih dapat segera diperbaiki agar lonjakan pemudik tidak diikuti lonjakan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan.
Terminal yang setiap hari dipadati puluhan ribu orang itu kini bukan hanya menjadi pusat pergerakan pemudik, tetapi juga titik krusial dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan di tengah arus perjalanan terbesar masyarakat Indonesia.






