Surabaya, HeadlineJatim.com – Setiap tanggal 14 Maret, dunia memperingati hari lahir Albert Einstein, ilmuwan jenius yang mengubah cara manusia memahami alam semesta lewat teori relativitas dan rumus terkenalnya, E=mc². Namun pada tahun 2026, peringatan kelahiran Einstein terasa jauh lebih relevan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ancaman konflik global.
Di Surabaya, seorang seniman justru memilih merayakan momen tersebut dengan cara yang tidak biasa. Melalui karya seni inovatif berbasis teknologi, seniman Doddy Hernanto atau yang dikenal sebagai Mr. D menghadirkan potret Einstein dalam bentuk Codeisme (QR Art). Sebuah lukisan yang tidak hanya dilihat, tetapi juga bisa “dibaca” melalui pemindaian digital.
Berbeda dari lukisan potret biasa, karya Codeisme Einstein ini menyimpan kode interaktif yang dapat dipindai menggunakan smartphone. Saat kode tersebut dipindai, penikmat seni akan diarahkan menuju berbagai arsip sejarah, kutipan asli Einstein, hingga pesan-pesan perdamaian yang pernah ia suarakan kepada dunia.
Menurut Mr. D, karya ini lahir dari kegelisahan melihat situasi dunia yang semakin panas oleh konflik dan perang informasi. Ia ingin menghadirkan kembali suara Einstein sebagai pengingat bahwa ilmu pengetahuan seharusnya menjadi jalan menuju kemanusiaan, bukan kehancuran.
“Einstein bukan hanya ilmuwan besar, tetapi juga simbol kemanusiaan. Melalui Codeisme, saya ingin menghadirkan kembali pesan beliau agar tetap relevan di era digital saat ini,” ujar Mr. D.
Mengingat Bahaya Nuklir
Salah satu pesan utama dalam karya tersebut adalah peringatan tentang bahaya senjata nuklir. Lukisan Codeisme Einstein mengajak penikmat seni menelusuri kembali arsip sejarah, termasuk surat yang pernah ditulis Einstein bersama ilmuwan lain kepada Presiden Amerika Serikat yang pada akhirnya memicu pengembangan bom atom.
Melalui karya itu, Mr. D ingin mengingatkan dunia bahwa tragedi kemanusiaan akibat senjata pemusnah massal tidak boleh terulang kembali.
Mengubah Makna E = mc²
Dalam karya ini, rumus E=mc² tidak lagi hanya dipandang sebagai simbol energi yang dapat menghancurkan. Mr. D justru memaknainya sebagai energi kreatif. Sebuah kekuatan yang dapat menyatukan manusia melalui teknologi, komunikasi, dan kolaborasi.
Perpaduan antara goresan tangan analog dengan teknologi QR menjadi simbol bahwa seni tradisional masih bisa hidup berdampingan dengan inovasi digital.
Melawan Hoaks di Era Digital
Di tengah derasnya arus disinformasi dan propaganda digital, Codeisme Einstein juga menjadi simbol literasi digital. Dengan memindai lukisan tersebut, penikmat seni akan diarahkan langsung pada sumber data primer, termasuk kutipan asli Einstein mengenai perdamaian dunia.
Langkah ini diharapkan menjadi cara kreatif untuk melawan hoaks sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih kritis terhadap informasi.
Simbol Empati untuk Pengungsi Dunia
Karya ini juga mengingatkan publik bahwa Einstein sendiri pernah menjadi pengungsi ketika melarikan diri dari rezim Nazi di Jerman. Pengalaman itu membuatnya menjadi salah satu suara penting yang menyerukan kemanusiaan dan perdamaian.
Dalam konteks krisis pengungsi global saat ini, sosok Einstein dalam balutan QR Art menjadi simbol empati terhadap jutaan manusia yang kehilangan rumah akibat konflik.
Seni Analog Bertemu Teknologi
Bagi Mr. D, memilih Einstein sebagai subjek adalah keputusan yang sangat filosofis. Ia terinspirasi oleh salah satu kutipan terkenal Einstein yang menyebut bahwa imajinasi sering kali lebih penting daripada pengetahuan.
“Imajinasi tanpa batas itu yang mendorong saya mengembangkan Codeisme. Saya ingin membuktikan bahwa perkembangan teknologi tidak mematikan seni tradisional. Justru keduanya bisa bersinergi,” katanya.
Menariknya, dalam beberapa pameran, lukisan Codeisme Einstein bahkan dapat menampilkan literasi dalam bahasa daerah ketika dipindai, termasuk bahasa Madura. Eksperimen ini menjadi jembatan antara pemikiran global Einstein dengan kekayaan budaya lokal Indonesia.
Menggema Kembali Peringatan Einstein
Karya tersebut seolah menghidupkan kembali salah satu peringatan terkenal dari Einstein tentang masa depan perang dunia. Ia pernah menyatakan bahwa dirinya tidak tahu dengan senjata apa Perang Dunia III akan diperjuangkan, tetapi Perang Dunia IV kemungkinan hanya akan menggunakan kayu dan batu.
Melalui Codeisme, Mr. D berharap teknologi tidak lagi menjadi alat penghancur, melainkan sarana untuk memperkuat literasi, empati, dan kemanusiaan.
Doddy Hernanto dikenal sebagai seniman sekaligus inovator yang menciptakan konsep Codeisme (QR Art), yaitu pendekatan seni yang memadukan lukisan tradisional dengan teknologi kode interaktif.
Melalui kolaborasi inovasi bersama rekannya Hadi Wardoyo, ia mengembangkan platform kreatif Kawoong Innovation untuk memperluas kolaborasi antara seni, teknologi, dan literasi digital.
Karya-karyanya telah mendapatkan pengakuan internasional serta dilindungi hak kekayaan intelektual, menjadikan Codeisme sebagai jembatan unik antara dunia analog dan digital.






