Bandara Banyuwangi Siapkan Posko Terpadu dan Puluhan Personel Sambut Angkutan Lebaran 2026

Banyuwangi, HeadlineJatim.com– Pengelola Bandara Internasional Banyuwangi memastikan seluruh kesiapan operasional penerbangan telah mencapai level maksimal menjelang periode mudik Lebaran 2026. Langkah ini diambil guna menjamin pelayanan Angkutan Lebaran 1447 Hijriah berjalan aman, tertib, dan lancar.

​General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengoptimalkan fasilitas bandara serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Read More

​“Periode angkutan Lebaran merupakan momen penting karena mobilitas masyarakat meningkat signifikan. Kami memastikan seluruh fasilitas, personel, dan prosedur operasional siap mendukung kelancaran arus mudik maupun balik,” kata Holik, Sabtu (14/3/2026).

Kesiapan ini mencakup penguatan aspek keamanan di fasilitas sisi udara (airside) dan sisi darat (landside). Salah satu langkah krusial yang dilakukan adalah ramp check atau pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan dan peralatan ground handling.

​Peralatan seperti baggage towing tractor, baggage car, towing bar, hingga conveyor belt dipastikan laik operasi. “Pemeriksaan ini rutin kami lakukan untuk menjamin semua alat memenuhi standar keselamatan penerbangan internasional,” jelas Holik.

Operasional Posko Terpadu Lebaran 2026

Guna memantau dinamika di lapangan, Bandara Banyuwangi mengaktifkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Sebanyak 66 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari 30 petugas internal dan 36 personel eksternal dari unsur TNI, Polri, BMKG, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan.

​“Melalui posko ini, kami memantau pergerakan pesawat dan penumpang secara harian agar setiap kendala operasional dapat ditangani dengan cepat,” tambahnya.

Selama 18 hari masa operasional posko, Bandara Internasional Banyuwangi memproyeksikan bakal melayani sekitar 7.175 penumpang.

​Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) dengan estimasi 532 penumpang. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan jatuh pada Minggu, 29 Maret 2026 (H+7) dengan jumlah penumpang mencapai 576 orang.

​Holik menegaskan, peningkatan layanan juga menyasar area terminal, mulai dari kebersihan hingga optimalisasi alur keberangkatan. “Kami optimis dapat menjaga kualitas layanan sesuai prinsip service excellence demi kenyamanan pemudik di Banyuwangi,” pungkasnya.

Related posts