Inspeksi SPKLU Jelang Mudik Lebaran, Petugas PLN (Perusahaan Listrik Negara) Pastikan Kesiapan Infrastruktur Kendaraan Listrik.(Istimewa)
Surabaya, HeadlineJatim.com– PT PLN (Persero) meninjau kesiapan sejumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur mudik Surabaya–Bali pada Kamis (12/3/2026) untuk memastikan kenyamanan pemudik kendaraan listrik selama arus mudik Ramadan dan Idulfitri 2026.
Peninjauan dilakukan langsung oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, di beberapa titik strategis di Jawa Timur, termasuk Surabaya, Pasuruan, Situbondo, hingga Banyuwangi, guna memastikan fasilitas pengisian daya beroperasi optimal di jalur utama menuju penyeberangan Bali.
Peninjauan dimulai dari SPKLU Center Surabaya di halaman kantor PLN UP3 Surabaya Selatan, kemudian dilanjutkan ke sejumlah titik strategis yang kerap dilalui pemudik, seperti SPKLU Rest Area KM 792A Pasuruan, SPKLU PLN UP3 Situbondo, hingga SPKLU Rest Area Grand Watu Dodol Banyuwangi yang menjadi gerbang utama menuju penyeberangan ke Bali.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas pengisian kendaraan listrik di jalur mudik beroperasi optimal seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik pada periode Lebaran.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, mengatakan pengecekan dilakukan langsung untuk memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya bagi pemudik kendaraan listrik.
“Kami ingin memastikan seluruh SPKLU di koridor Surabaya hingga Bali beroperasi dengan baik dan siap melayani pengguna kendaraan listrik. Tren penggunaan kendaraan listrik terus meningkat, termasuk untuk perjalanan jarak jauh saat musim mudik Lebaran,” ujarnya.
Secara nasional, PLN bersama mitra telah menyiapkan 4.769 unit pengisi daya kendaraan listrik di 3.078 lokasi di seluruh Indonesia. Khusus untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026, sebanyak 1.681 unit SPKLU disiagakan di 994 lokasi jalur mudik dari Sumatera hingga Bali, sementara di Jawa Timur tersedia 297 unit SPKLU di 158 lokasi yang didukung lebih dari 5.000 petugas siaga selama 24 jam guna memastikan layanan pengisian daya tetap berjalan lancar.
Peningkatan kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik menjadi perhatian menjelang musim mudik dalam beberapa tahun terakhir. Pada arus mudik Lebaran 2024 dan 2025, pemerintah bersama PLN juga menambah jumlah SPKLU di jalur utama Trans Jawa dan Bali untuk mengantisipasi meningkatnya penggunaan kendaraan listrik oleh masyarakat. Data PLN menunjukkan jumlah SPKLU nasional terus bertambah setiap tahun seiring pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebelumnya menyatakan pengembangan jaringan SPKLU merupakan bagian dari percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional. Infrastruktur pengisian daya terus diperluas di jalur antarkota, termasuk koridor Jawa–Bali yang menjadi salah satu rute mobilitas tertinggi saat mudik Lebaran.
Pada periode mudik sebelumnya, PLN juga menyiagakan petugas dan layanan SPKLU selama 24 jam di sejumlah rest area jalan tol serta jalur arteri utama. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengguna kendaraan listrik tetap dapat melakukan perjalanan jarak jauh tanpa kendala pengisian daya.






