Surabaya, HeadlineJatim.com – Dunia botani kembali menoleh ke Indonesia. Setelah hampir sepuluh tahun tanpa publikasi spesies baru, ilmuwan Indonesia berhasil menemukan jenis baru bunga raksasa dari genus Rafflesia, kelompok bunga parasit yang dikenal sebagai bunga terbesar di dunia.
Spesies baru tersebut diberi nama Rafflesia harjatii, hasil penelitian tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama peneliti dari Universitas Bengkulu.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional pada Januari 2026, sekaligus menambah daftar kekayaan flora langka Indonesia.
Penelitian ini melibatkan sejumlah ilmuwan Indonesia, di antaranya Ridha Mahyuni, Sudarmono, dan Dian Latifah dari BRIN, bersama Guru Besar Universitas Bengkulu Agus Susatya serta pegiat konservasi hutan Willie Smits.
Ekspedisi Ilmiah Ungkap Misteri Lama di Hutan Kalimantan
Menariknya, bunga ini sebenarnya telah lama diketahui tumbuh di kawasan konservasi PT ITCI-Kartika Utama di Kalimantan Timur. Namun selama bertahun-tahun, tanaman tersebut belum dapat dipastikan sebagai spesies baru.

Baru pada 2022, tim peneliti dari BRIN melakukan ekspedisi ilmiah untuk mempelajari bunga tersebut secara lebih mendalam.
Menurut Dr. Ridha Mahyuni, penelitian dilakukan melalui dokumentasi morfologi bunga, pengamatan populasi di alam, perbandingan dengan spesimen herbarium, studi literatur hingga analisis DNA.
Hasil penelitian menunjukkan bunga ini memiliki karakter morfologi yang berbeda dari spesies lain. Saat mekar sempurna, diameternya dapat mencapai lebih dari 22 sentimeter.
Secara tampilan, bunga ini memiliki kemiripan dengan Rafflesia tengku-adlinii yang ditemukan di Sabah, Malaysia. Namun analisis genetika memastikan bahwa spesies dari Kalimantan Timur tersebut berbeda secara ilmiah dan layak diklasifikasikan sebagai spesies baru.
Indonesia Unggul dalam Keanekaragaman Rafflesia
Penemuan Rafflesia harjatii juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta riset bunga raksasa dunia. Secara ilmiah, Indonesia diketahui memiliki jumlah spesies Rafflesia terbanyak di dunia.
Berbagai publikasi botani mencatat bahwa dari sekitar 25 spesies genus Rafflesia yang telah teridentifikasi secara global, sedikitnya 14 hingga 16 spesies ditemukan di Indonesia, terutama di Sumatra dan Kalimantan.
Sebaliknya, Malaysia yang juga memiliki habitat Rafflesia di Sabah, Sarawak, dan Semenanjung Malaya tercatat memiliki sekitar 8 hingga 11 spesies.
Perbandingan ini membuat Indonesia sering disebut para peneliti sebagai pusat keanekaragaman Rafflesia dunia atau bahkan “laboratorium alami” bagi penelitian bunga parasit raksasa tersebut.
Salah satu spesies paling terkenal dari Indonesia adalah Rafflesia arnoldii, bunga yang dikenal sebagai bunga terbesar di dunia dan menjadi ikon flora Indonesia.
Meski Malaysia cukup aktif mempromosikan Rafflesia sebagai ikon wisata alamnya, data ilmiah menunjukkan bahwa keragaman spesies Rafflesia justru lebih banyak ditemukan di wilayah Indonesia.
Nama Spesies untuk Tokoh Konservasi
Spesies baru ini diberi nama Rafflesia harjatii untuk menghormati Harjatii Hashim Djojohadikusumo yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan konservasi alam.
Ia terlibat dalam berbagai program pelestarian lingkungan melalui Yayasan Arsari Djojohadikusumo serta Wadah Foundation.
Penamaan spesies baru dalam taksonomi memang kerap dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap tokoh yang memiliki kontribusi dalam pelestarian alam.
Para peneliti juga mengingatkan bahwa spesies ini memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan lingkungan.
Seperti jenis Rafflesia lainnya, Rafflesia harjatii merupakan tumbuhan parasit yang hidup bergantung pada tanaman inang tertentu di dalam hutan. Karena itu, kelangsungan hidupnya sangat bergantung pada kondisi ekosistem hutan yang masih alami.
Sejauh ini, spesies tersebut hanya ditemukan di satu lokasi di Kalimantan Timur, sehingga upaya konservasi menjadi sangat penting.
Para peneliti berharap penemuan ini dapat meningkatkan kesadaran publik bahwa






