“Indonesia mendominasi bahasa daerah terbesar di Asia Tenggara dengan tujuh bahasa masuk 10 besar penutur”.
Surabaya, HeadlineJatim.com – Asia Tenggara dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keragaman bahasa paling tinggi di dunia. Di tengah penggunaan bahasa nasional di masing-masing negara, masyarakat di kawasan ini tetap mempertahankan bahasa daerah sebagai bahasa sehari-hari.
Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah bahasa terbanyak di dunia. Data dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mencatat terdapat sekitar 718 bahasa daerah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Jumlah tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekayaan bahasa terbesar di dunia, sejajar dengan Papua Nugini yang juga memiliki ratusan bahasa lokal.
Tak hanya dari sisi jumlah bahasa, Indonesia juga mendominasi daftar bahasa daerah dengan jumlah penutur terbesar di kawasan Asia Tenggara.
10 Bahasa Daerah dengan Penutur Terbesar di Asia Tenggara
Berdasarkan kompilasi data statistik kawasan yang dipublikasikan oleh Seasia Stats, berikut daftar bahasa daerah dengan jumlah penutur terbanyak di Asia Tenggara:
- Bahasa Jawa – sekitar 68 juta penutur
- Bahasa Sunda – sekitar 32,4 juta penutur
- Bahasa Cebuano – sekitar 20 juta penutur
- Bahasa Hiligaynon / Ilonggo – sekitar 9,1 juta penutur
- Bahasa Ilocano – sekitar 8,5 juta penutur
- Bahasa Madura – sekitar 7,7 juta penutur
- Bahasa Melayu (Sumatra dan Kalimantan) – sekitar 7,5 juta penutur
- Bahasa Minangkabau – sekitar 4,8 juta penutur
- Bahasa Banjar – sekitar 3,7 juta penutur
- Bahasa Bugis – sekitar 3,5 juta penutur
Menariknya, tujuh dari sepuluh bahasa dalam daftar ini berasal dari Indonesia. Hal ini memperlihatkan besarnya populasi penutur bahasa daerah di Nusantara.
Bahasa Jawa bahkan menempati posisi pertama dengan sekitar 68 juta penutur, menjadikannya salah satu bahasa daerah dengan penutur terbesar di dunia.
Bahasa Daerah Tetap Bertahan di Era Globalisasi
Guru Besar Linguistik dari Universitas Indonesia, Multamia R.M.T. Lauder, menilai kuatnya penggunaan bahasa daerah di Indonesia menunjukkan bahwa bahasa lokal masih menjadi bagian penting dari identitas masyarakat.
Menurutnya, bahasa daerah memiliki fungsi sosial dan budaya yang sangat kuat di dalam komunitas.
“Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas budaya masyarakat. Selama digunakan dalam kehidupan keluarga dan komunitas, bahasa itu akan tetap hidup,” ujar Multamia dalam kajian linguistik mengenai bahasa-bahasa Nusantara.
Pakar bahasa Indonesia, E. Aminudin Aziz, juga menilai masyarakat Indonesia memiliki karakteristik kebahasaan yang unik karena terbiasa menggunakan lebih dari satu bahasa.
“Sebagian besar masyarakat Indonesia bersifat bilingual bahkan multibahasa. Bahasa daerah digunakan dalam konteks budaya dan sosial, sementara bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu nasional,” jelasnya.
Indonesia Jadi Pusat Keragaman Bahasa di Kawasan
Dominasi bahasa Indonesia dalam daftar ini mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keragaman linguistik terbesar di Asia Tenggara.
Keberadaan ratusan bahasa daerah yang masih aktif digunakan memperlihatkan bahwa identitas budaya lokal tetap terjaga di tengah perkembangan globalisasi dan teknologi komunikasi.
Di sisi lain, keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional membuat masyarakat dari berbagai suku tetap dapat berkomunikasi dan bersatu dalam satu identitas kebangsaan.
Sumber Data
Good News From Indonesia (GNFI)
Statistik kawasan Asia Tenggara – Seasia Stats
Data kebahasaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kajian linguistik oleh Multamia R.M.T. Lauder (Guru Besar Linguistik Universitas Indonesia)
Analisis kebahasaan oleh E. Aminudin Aziz






