Sengketa Lahan Kantor BPBD dan Damkar Jember Berakhir Damai, Armada Tua Dipindahkan

Jember, HeadlineJatim.com– Keterbatasan lahan di kantor bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Jember sempat memicu selisih paham antar-staf. Namun, kedua instansi di bawah naungan Pemkab Jember tersebut kini sepakat menata ulang penyimpanan logistik dan armada demi optimalisasi pelayanan publik.

Persoalan ini bermula dari adu mulut sejumlah personel akibat menumpuknya bantuan logistik di halaman kantor yang sempit. Diketahui, kedua dinas ini menempati bangunan dan lahan yang sama, sementara volume bantuan serta kegiatan edukasi kebencanaan terus meningkat.

Read More

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi adanya dinamika tersebut. Menurutnya, gesekan terjadi saat BPBD menerima gelombang bantuan besar selama masa tanggap darurat 14 hari terakhir.

“Gudang dan halaman kantor tidak lagi mampu menampung bantuan dan armada. Kadang saya sendiri sulit masuk kantor karena halaman penuh kendaraan. Padahal, lokasi ini juga digunakan untuk outing class siswa sekolah,” ujar Edy usai rapat koordinasi bersama Satpol PP di kantornya, Rabu (25/2/2026).

Bantuan yang menumpuk tersebut terdiri dari ratusan paket sembako, tenda, perlengkapan bayi/lansia, hingga peralatan kebersihan yang berasal dari BNPB, Pemerintah Provinsi, dan dukungan legislatif.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Satpol PP Jember, Bambang Rudianto, yang membawahi UPT Damkarmat, menawarkan solusi win-win solution. Pihaknya sepakat mengevakuasi tiga unit armada pemadam kebakaran yang sudah tidak berfungsi ke depo milik BPBD di wilayah Pakusari.

“Mobil yang sudah tidak berfungsi kita pindahkan ke Pakusari. Ruang yang kosong akan digunakan BPBD untuk gudang penyimpanan bantuan sebelum didistribusikan kepada warga terdampak,” jelas pria yang akrab disapa Rudi tersebut.

Salah satu unit yang dipindahkan termasuk truk damkar legendaris Isuzu TXD20 “Gurga”. Dengan pembersihan area parkir ini, armada aktif milik Damkarmat akan diberikan penambahan kanopi agar lebih tertata.

Tak hanya solusi teknis, Pemkab Jember kini tengah mengkaji rencana pemisahan markas. Rudi menyebut pihaknya sedang menyusun telaah staf untuk diajukan kepada Bupati terkait alternatif lokasi Mako Damkar yang baru.

Pertimbangan utamanya adalah response time atau waktu tanggap maksimal 15 menit. “Kami mencari lokasi yang aksesnya tidak terhambat perlintasan kereta api atau kemacetan padat, karena itu sangat krusial bagi kecepatan penanganan kebakaran,” tegas Rudi.

Saat ini, Damkarmat Jember memiliki lima truk aktif. Tahun ini, armada tersebut akan diperkuat dengan satu unit truk pemadam baru berkapasitas 4.000 liter senilai Rp 2,3 miliar. Sementara itu, BPBD juga dijadwalkan menerima bantuan mobil dapur umum skala kecil untuk menjangkau lokasi bencana di gang sempit.

Kedua pimpinan instansi tersebut menegaskan bahwa meski sempat terjadi perbedaan pendapat, prioritas utama tetaplah keselamatan warga. “Di mana pun kami ditempatkan, yang penting pengabdian kepada masyarakat tetap utama,” pungkas Edy.

Related posts